- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Cemburu, Cinta Ibu Muda Berakhir di Ujung Selendang
PALEMBANG, SIMBUR – Tragis dialami seorang ibu muda berinisial SY (28). Warga Jalan Talang Kerangga, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, nekad mengakhiri hidup dengan menjerat lehernya dengan tali di atas tiang di belakang rumahnya.
Perkaranya terjadi Senin (15/3/21) sekitar pukul 16.30 WIB, di Jalan Talang Kerangga, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Sore jelang petang kejadian itu tragis itu kali pertama diketahui, saksi Ab (75) mendengar teriakan anak korban A (7 tahun) sembari menangis “Mama mati, mama mati”.
Saksi Ab pun memberitahu tetangganya Roh (52) untuk melihat rumah korban. Setelah masuk, melihat korban SY sudah kaku dengan leher terjerat tali selendang warna hitam. Dengan posisi tergantung di pintu kayu di bagian belakang rumah.
Mereka pun teriak meminta tolong warga disana, selanjutnya diberitahukan kepada ketua RT, hingga dilaporkan ke pihak kepolisian Polsek Ilir Barat II. Sore itu juga Kapolsek Ilir Barat II Kompol M Ihsan SH MH bersama anggota serta Tim Identifikasi Polrestabes Palembang mendatangi dan melakukan olah TKP.
Tim identivikasi pun melakukan penyelidikan dan melakukan evakuasi dengan membawa jasad korban ke RS Bhayangkara untuk diperiksa lebih lanjut. Dari pemeriksaan sementara, dari penuturan putra korban berinisial A, bila ibunya kerap ribut dengan suaminya AS. Akibat terbakar cemburu terhadap sang suami.
Saat sang suami bekerja sebagai sales es krime di daerah Pali. Almarhumah sempat menuliskan pesan sebelum kejadian, yakni kata-kata I Love Ayah dan Anak. Ia juga meminta agar anaknya A mendokumentasikan di foto ponsel.
Dari pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Barang-barang berharga korban juga tidak ada yang hilang. Kemudian pihak keluarga pun menerima kejadian ini murni musibah.
Dimana pihak keluarga korban bersedia dilakukan visum luar saja. Dengan membuat pernyataan diatas materai, tidak diambil tindakan visum dalam, selanjutnya membawa jenazah korban untuk dikebumikan.
Dokter dr Mansuri RS Bhayangkara Polda Sumsel saat dikonfirmasi Simbur membenarkan adanya ibu muda yang meninggal dengan mengakhiri hidupnya, terjadi di Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II.
“Iya kami melakukan pemeriksaan luar, ini sesuai permitaan peyidik. Dari pemeriksaan kami, tidak ada tanda kekerasan. Dia lebih dulu mencoba dengan menyayat tangan, karena ada bekas luka kecil. Baru setelah itu mengikat lehernya dengan tali,” ungkap dr Mansuri. (nrd)



