- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Tak Sabar Sekolah Offline
PALEMBANG, SIMBUR – Memutus mata rantai penularan Covid-19 terus digalakan pemerintah Provinsi Sumsel. Salah satunya, dengan memastikan memberikan vaksinasi kepada warga, termasuk pedagang, yang masuk dalam resiko rentan terpapar Covid-19 ini.
Ditegaskan Gubernur Sumsel H Herman Deru bahwa, vaksinasi penting untuk menjaga imun dan kekebalan tubuh bagi kelompok rentan dan melindungi kesehatan masyarakat. Maka dari itu ia mengajak semua lapisan masyarakat mendukung vaksinasi ini.
“Vaksinasi pelaksanannya harus ditingkatkan hingga di atas angka 80 persen,” harap Deru dalam apel gelar pasukan Kompi Tracer dan Kompi Vaksinator di Lapangan Benteng Kuto Besak, Palembang, Senin (1/3/21) pagi.
Turut hadir dalam apel ini, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi; Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri MM; Danrem 044 GAPO Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji; Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Prof Edward Juliartha, dan para kepala OPD dilingkungan Pemprov Sumsel.
Kompi Tracer dan Kompi Vaksinator yang terdiri Babinsa, Babinkamtibmas, dan tenaga kesehatan itu. Pemprov dalam beberapa hari kedepan, akan mulai dilakukan vaksinasi bagi para pedagang diawali para pedagang Pasar Cinde Palembang.
“Tugas dari Kompi Tracer dan Valsinator ini, untuk memonitor langsung jika ada yang terpapar. Untuk segera kerjasama dengan petugas kesehatan mengambil tindakan yang akan dilakukan apakah isolasi di rumah sakit atau isolasi mandiri,” cetusnya.
Kerja para Kompi Tracer dan Kompi Vaksinator dilapangan harus mengedepankan tindakan yang humanis. Jangan mengedepankan sanksi, tetapi melakukan pendekatan yang persuasif.
“Agar mereka sadar arti pentingnya kesehatan. Jauhi tindakan yang bersipat pemberian sanksi namun ke arah ajakan secara humanis,” harapnya.
Keberadaan Kompi Tracer dan Kompi Vaksinator, yang ada merupakan lompatan besar, untuk perbaikan ekonomi di Sumsel, dimulai dari upaya pemulihan kepercayaan diri masyarakat, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Untuk vaksinatornya sendiri sudah ada lebih dari 3.000 petugas kesehatan, yang di training untuk menjadi Vaksinator bahkan di setiap Puskesmas sudah ada,” tambahnya.
Dia menambahkan, jauh hari sebelum vaksinasi dilakukan banyak pemberitaan hoax. Namun setelah diberikan edukasi yang benar dan contoh yang ditunjukan para pemimpin. Kini masyarakat sudah faham dan mulai sadar akan pentingnya vaksinasi. Sehingga kehidupan normal dapat jalankan. Termasuk anak-anak sekolah segera dapat melakukan proses belajar tatap muka.
“Saya sudah tidak sabar lagi, agar sekolah ini dapat segera dilaksanakan offline (tatap muka langsung). Jika nanti secara hitungan medis sudah bisa dilakukan, seperti para guru sudah divaksin. Saya ingin sekolah ini segera terlaksana offline, sama seperti harapan dan keinginan anak-anak kita para pelajar,” harap Deru. (red/rel)



