- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional
# Inovasi Aspal Karet dan Kelapa Sawit Jadi Bensin
SEKAYU, SIMBUR- Bupati Muba, Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, lagi-lagi mendapat panggung terhormat, atas inisiasi, terobosan, Inovasi aspal karet, dan pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau bahan bakar nabati (BBN) Biofuel. Serta komitmennya yang kuat, dalam menangani persoalan perekonomian, terutama dalam pemberdayaan UMKM di tengah pandemi.
Keberhasilan Dodi Reza dalam Strategi Percepatan Pembangunan Daerah, Masa Pandemi Covid-19 menjadi perhatian publik. Kali ini Dodi Reza menjadi narasumber pada Webinar Internasional Praktik Baik Pemulihan Ekonomi Lokal di Jepang dan Jerman.
Sekaligus Dialog Nasional Penguatan Sinergi Pemerintah, Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha dan Kelompok Masyarakat Sipil di Indonesia dan Kawasan Sub-Regional IMT-GT, secara virtual yang diikuti oleh unsur pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas masyarakat sipil, Kamis (25/2/21) bertempat di Ruang Rapat Bupati Muba.
Webinar bertema “Praktik Baik Sinergi Pemerintah Kabupaten Muba, dengan Pelaku Usaha dan Kelompok Masyarakat, dalam Pemulihan Ekonomi di Kabupaten Muba”. Dodi menceritakan inisiasi terobosannya terkait aspal karet.
“Bahan lateks pekat hasil proses pemisahan partikel cair dan padat (centrifuge) berbahan baku bokar. Bukan hanya pasar yang bisa jadi unggulan, namun lateks pekat tersebut dipastikan mampu meningkatkan ekonomi petani karet. Ada empat keuntungan yang bermanfaat bagi petani dan kontraktor, bahkan negara atas hilirisasi di sektor komoditi karet,” cetusnya.
Dodi menyebutkan empat manfaat dimaksud, pertama keuntungan aspek ekonomi rakyat. Hadirnya pabrik aspal karet ini meningkatkan nilai jual petani hingga dua kali lipat, bisa Rp 20 ribu perkilogram.
“Di mana saat ini, melalui instalasi pengolahan aspal karet, yang dimiliki mampu menampung 3-4 ton lateks. Ini akan ditambah dua instalasi pada 2021 dengan target produksi lateks mencapai 15 ton perhari,” ujarnya.
Keuntungan kedua dari sisi teknis. Menurutnya, walau secara harga aspal karet lateks ini harganya lebih mahal tapi umurnya, namun ketahanannya dua kali lebih panjang. Karena mengandung karet jadi lebih lentur. Kemudian tahan air atau kedap air.
Keuntungan ketiga sambung Dodi, dari sisi bisnis. Sedangkan keuntungan keempat dikatakan Dodi, dari sisi regulasi pengadaan bahan baku lateks dari petani.
Strateginya secara terperinci dalam pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau bahan bakar nabati (BBN) Biofuel yang sudah dilakukan di Muba. Progres implementasi pembangunan Pabrik IVO di Muba.
“Survei dan kerjasama PT BSS untuk pengelolaan TBS milik KUD periode Mei 2020 sampai dengan pembangunan PKS baru selesai. Selanjutnya, relokasi ITB dan BPDKS ke lokasi PKS yang akan dikerjasamakan dengan KUD.Nah hasil produksi IVO low FFA ditargetkan dapat digunakan oleh Pertamina Plaju diawal tahun 2021, dan mesin penghasil IVO disebut PKS IVO,”terangnya.
Bupati Dodi Reza Alex Noerdin juga memaparkan langkah strategis market by event yang dilaksanakan secara gradual akan mendorong pasar baru bagi UMKM terutama di sektor kuliner, hotel, transportasi.
Sementara itu Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media, Dr Kastorius Sinaga menanggapi apa yang dipaparkan oleh Bupati Muba pada webinar Internasional Praktik Baik Pemulihan Ekonomi tersebut.
“Inovasi aspal karet dan bensin sawit yang diinisiasi Pemkab Muba ini patut dicontoh oleh daerah lain, karena mampu mencari celah di tengah kesulitan untuk mensejahterakan rakyatnya, tentunya terobosan seperti ini mampu mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional di daerah, ” tukas Kastorius. (red/rel)



