- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Depot Minyak Mentah Terbakar, Hanguskan 11 Rumah Warga
PALEMBANG, SIMBUR – Api berkobar hebat, petang sekitar pukul 18.30 WIB, Kamis (25/2/21), disebuah depot diduga tempat penyimpanan minyak mentah. Terletak di Desa Ibul Besar 2, RT 04/02, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.
Kebakaran besar tersebut, terdata sementara ini 11 rumah dan 3 bedeng ludes, 3 unit mobil dan 6 unit motor juga turut terbakar, hanya tinggal puing dan kerangka besi saja. Dari pantaun Simbur, kebakaran yang melanda di tepian sungai itu, terjadi di pemukiman rapat dan padat, banyak rumah terbuat dari kayu.
Lokasi persisnya disamping Jalan Ki Marogan, yang berbatasan langsung dengan Kertapati, Palembang, tidak sampai jatuh korban jiwa. Hanya ada warga mengalami luka bakar ringan di tangan, saat berjibaku memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang.
Diketahui, salah satu rumah tembok dua tingkat mentereng, berikut toko kelontongan, mobil Toyota Avanza warna putih, mobil Suzuki APV warna hitam, mobil pick up warna hitam, berikut 3 unit motor bebek, yang terbakar merupakan milik JN (50) dan YL.
Kades Desa Ibul Besar 2, Basirun Hadinata mengatakan kepada Simbur tadi malam, saat ini 11 rumah terbakar, kemudian untuk jumlah KK masih didata sepenuhnya.
“Karena satu rumah atau satu bedeng, bisa jadi ada dua KK, makanya masih kami lengkapi. Untuk rumah sendiri, satu bedeng dua pintu terbakar, tapi kalau rumah dan bedeng, semuanya 11 yang kebakaran,” cetusnya.
Dikatakan Basirun, dari 11 pemilik rumah yang menjadi korban kebakaran. Diketahui 5 penghuni dan pemilik rumah diantaranya. “Itu rumah milik YN, AW, HM, KR, dan YL,” ujarnya.
Untuk langkah selanjutnya Kades Desa Ibul Besar 2 menekankan upaya batuan bagi warganya yang terimbas kebakaran. “Yang jelas secepatnya data ini kami laporkan secepatnya ke Dinas Sosial dan terkait. Kami berharap dari dinas atau warga untuk membantu warga kami,” timpalnya.
Terkait soal warga yang dimitai keterangan pihak Polres Ogan Ilir, menurut Basirun bahwa ada sebagai korban ini akan di ajak ke Polres Ogan Ilir malam hari ini. “Dipanggil untuk dimintai keterangan. Ini saya sebagai kepala desa, untuk mendampingi warga kesana,” timbangnya.
Sementara untuk minyak ini harap untuk dimalkumi. “Minyak ini tidak ada laporan dengan saya. Kalau mereka ada usaha, sejauh ini tidak ada laporan. Terlepas dari itu, tapi ya tetap kita usaha bantuan itu yang penting. Kita dipastikan tidak ada korban jiwa,” tukas Basirun.
Sampai tadi malam pukul 21.25 WIB, api telah padam sepenuhnya, hanya tinggal kepulan asap dilokasi kebakaran. Pemadaman listrik sehingga lokasi gelap gulita juga dilakukan.
Pihak kepolisian dari Polres Ogan Ilir juga turun ke lokasi, untuk menyelidi kebakaran itu, terutama berkaitan dengan depot diduga minyak mentah berada di pinggir sungai dan pemukiman padat itu.
Asal api petang itu belum dipastikan dari mana. Namun menurut warga ada dugaan dari depot minyak di dekat lokasi itu.
“Drum-drum itu tempat penyimpanan minyak mentah, diambil dari Sungai Rengit. Dibawa ke sini pakai mobil pick up, tapi ada juga minyak solar dan bensin,” ujar Do warga disana.
Sewaktu kebakaran, api berkobar besar sulit pidamankan. “Iya disiram warga dengan air dari sungai pakai ember, supaya tidak merembet lagi. Tapi api makin jadi ketemu air, barulah waktu datang mobil pemadam, api mati disiram mobil tangki pemadam, pakai cairan racun api,” tukas Do. (nrd)



