- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Target Produksi Padi 400 Ribu Ton
PALEMBANG, SIMBUR – Sumsel sebagai lumbung pangan nasional, akan fokus melakukan peningkatan produktivitas pertanian khusus beras. Maka Gubernur Sumsel H Herman Deru menginginkan semua pihak, baik Dinas Pertanian, Pemerintah Kabupaten/Kota, melakukan langkah upaya peningkatan produktivitas pertanian.
Dikatakan Deru, dalam Rakerda Pembangunan Pertanian TPH tahun 2021, kemarin (23/2) pagi. Bahwa daerah dan kota yang memiliki lahan pertanian, agar menyikapi angka losses atau kerugian pananen, sehingga produksi padi maksimal.
Dalam upaya meningkatkan produksi padi, Deru juga menegaskan agar adanya pembenahan terkait data luas baku sawah. Luas tanam berpengaruh terhadap kuota pupuk.
“Kuota pupuk bersubsidi ditentukan oleh Kementerian Pertanian, dengan berpatokan pada data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Artinya lahan cetak sawah yang tidak atau belum terdata di ATR/BPN tidak mendapatkan pupuk bersubsidi,” timbangnya.
Tercatat data di Dinas Pertanian TPH Provinsi Sumsel, pada tahun 2020 luas baku sawah di Sumsel mencapai 539.814,77 hektar. Luas bahan baku sawah tersebut, tentu terjadi penambahan sebanyak 69.212 hektar dari tahun 2019, lalu yang hanya tercatat sebanyak 470.602,37 hektar.
“Data luas baku sawah inilah yang harus dibenahi. Data tersebut harus ada sinkronisasi, dengan data BPN/ATR. Karena luas baku sawah ini yang menentukan kuota pupuk,” cetus Deru.
Mengangkat 1000 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada para petani, juga sebagai upaya peningkatan produktivitas pertanian.
“Sumsel sendiri juga telah mendapatkan pengakuan dari sebagai provinsi, yang menganggngkat 1000 PPL secara mandiri. Artinya kita memang tidak main-main, untuk mengembangkan pertanian ini. Apalagi kita juga ditunjuk sebagai daerah lumbung pangan nasional. Meski kita bukan satu-satunya, namun kita merupakan provinsi penghasil beras terbesar di Sumatera dan itu harus kita tingkatkan,” terangnya.
Komitmen untuk peningkatan pertanian tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, dia menilai pertanian ini dapat menjadi alat untuk mensejahterakan masyarakat.
“Musuh terbesar kita adalah kemiskinan. Pertanian ini dapat menjadi alat untuk menurunkan kemiskinan tersebut. Apalagi saat ini telah didukung infrastruktur jalan yang baik, sehingga biaya produksi dapat ditekan, akses menjadi cepat dan harga menjadi lebih murah. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” harap Deru.
Dr Ir R Bambang Pramono selaku PLT Kepala Dinas Pertanian Sumsel mengatakan, saat ini pihaknya tengah konsentrasi melakukan peningkatan untuk produksi pertanian.
Tercatat di tahun 2021 untuk tanaman pangan, seperti Padi ditargetkan dapat mencapai 400.000 ton, Jagung 150.000 ton dan Kedelai 1.000 ton. Sedangkan untuk hortikultura, seperti cabai ditargetkan mencapai 22.000 ton, Bawang merah 1.500 ton, dan Bawang putih 7 ton.
“Harapan untuk meningkatkan hasil pertanian ini, harus ada dukungan dari berbagai pihak. Termasuk juga mendorong penyediaan benih unggul dan alsintan yang harus dimanfaatkan secara maksimal,” tukas Bambang. (red/rel)



