- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Doakan Keluarga Korban Diberi Kekuatan dan Keikhlasan
PALEMBANG, SIMBUR – Usai operasi sar pesawat Sriwijaya Air SJ-182 resmi ditutup, Tim Sar dan Tim DVI Mabes Polri dapat mengidentifikasi lagi, jenazah penumpang pesawat, yang berasal dari Sumsel. Rion Yogatama alias Ebod (29), warga Jalan Kenangga 2 Lintas, No 50, RT 06, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuk Linggau Utara2, Kota Lubuk Linggau.Jasadnya dikenali pada Kamis (21/1) kemudian diberangkatkan dari Jakarta Sabtu (23/1/21) sekitar pukul 10.00 WIB, tiba di rumah duka pukul 11.30 WIB.
“Iya siang tadi pukul 10.00 WIB, jenazah Riyon diberangkatkan dari Jakarta dan tiba di rumah duka di Lubuklinggau. Kejadian seperti ini tentu tidak dikehendaki. Kami doakan keluarga ditinggalkan diberi kekuatan dan keikhlasan” ungkap Yudo Prihatin selaku manager Sriwijaya Air Palembang.
Yudo juga mengatakan, setelah pencarian tim sar di tutup, tiga hari lalu atau Kamis (21/1/21) lalu, hari yang sama jenazah Rion ini dapat diidentifikasi. “Kami datang ke rumah duka dan tempat dikebumikannya almarhum. Termasuk santunan dari Jasa Raharga Rp 50 juta, juga sudah diberikan kepada keluarga almarhum,” cetusnya kepada Simbur.
Kabid Humas BPBD Sumsel Ansori juga menegaskan, pihaknya telah melakukan pendampingan dengan menurunkan personel bersama TNI dan Polri, mengawal jasad Rion sampai di kediamannya. “Tim sudah melakukan pengawalan dari bandara. Semua berjalan lancar. Kami juga mengucapkan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” timpal Ansori.
Setelah jenazah Rion yang telah di temukan, sebelumnnya Minggu (17/1/21) Tim Sar dan Tim DVI Mabes Polri, akhirnya dapat mengidentivikasi jasad para korban kecelakaan pesawat jatuh ini. Satu keluarga M Riski Wahyudi (27) bekerja PNS di KLHK, Taman Nasional Gunung Palung, Kecamatan Ketapang, Kalimantan Barat, lalu ibu mertuanya Rosi Wahyudi. Diantaranya jasad Indah Halimah Putri (26), bersama suaminya Riski serta mertuanya Rosi. Namun tinggal putranya Arkana Nadhif Wahyudi (7 bulan), belum ditemukan tim sar.
Insiden dialami almarhum Rion sendiri, selagi ia dalam perjalan menuju Pontianak untuk bekerja dalam bidang jaringan sellular. Sempat ketinggalan pesawat, kemudian Rion berangkat pada Sabtu (9/1/21), dengan maskapai SJ-182 yang berujung kecelakaan di udara. Akhirnya, setiba di rumah duka, almarhum disalatkan di Masjid Babul Ihsan, kemudian dikebumikan di TPU Pancung di Jalan Nangka, Kelurahan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau.
Operasi sar pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang membawa 62 penumpang beserta kru, secara resmi ditutup Kamis (21/1/21). Penutupan pun ditandi dengan prosesi tabur bunga diantara Pulau Laki dan Pulau Lancang di Kepulaun Seribu.
Penutupan sar dilakukan Tim Sar gabungan diambil, setelah 13 hari melakukan pencarian, sejak kejadian jatuhnya pesawat Sabtu (9/1/21) sekitar pukul. Tim sar telah mengevakuasi 65 kantong potongan material pesawat, 67 serpihan kecil pesawat, serta 324 kantong body remains. (nrd)



