- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Gubernur Sumsel Tunggu Informasi Resmi, Presiden Sampaikan Duka Cita
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, hingga kini pihaknya masih mencari informasi resmi terkait kabar adanya dua warga Sumsel yang jadi korban pesawat Sriwijaya Air SJ182. Pesawat nahas itu jatuh di Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).
“Kami belum dapatkan informasi resmi siapa warga Sumsel yang turut dalam penerbangan itu. Kami masih menunggu,” kata Herman Deru, Sabtu (9/1) malam.
Herman Deru mengaku kaget dengan musibah jatuhnya peswat Sriwijaya Air SJ-182 dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak. Gubernur atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel, pribadi, keluarga ikut sedih dan belasungkawa yang mendalam.
“Belum dapat info resmi kalau ada warga kami (Sumsel) yang ikut jadi korban. Tentunya atas kejadian ini ikut sedih dan merasakan duka cita yang mendalam. Semoga para korban ditemukan dalam kondisi selamat. Dan yang meninggal diberikan tempat yang layak di sisi Allah. Untuk keluarga korban tentu kami doakan agar diberikan ketabahan,” ucapnya.
Dugaan sementara ada sejumlah warga Sumsel yang turut menjadi penumpang pesawat naas diantaranya Rion Yogatama warga Jalan Kenanga II Lintas, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumsel dan Indah Halimah Putri disebutkan warga Desa Sungai Pinang 2, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir.
Sementara, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo turut menyampaikan duka yang mendalam bagi para korban kecelakaan pesawat. Menurut Presiden, kemarin (Sabtu, 9/1) sore dan tadi malam dirinya telah mendapat laporan dari Menteri Perhubungan mengenai musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan kode SJ182 dan rute penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak.
“Saya atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya musibah ini,” ujar Presiden saat menyampaikan keterangan pers di Istana Bogor, Minggu (10/1).
Bukan hanya ucapan Presiden telah memerintahkan menteri terkait beserta sejumlah badan untuk melakukan pencarian bangkai pesawat dan para korban. “Kemarin sore telah saya perintahkan kepada Menhub, Kepala Basarnas dibantu TNI dan Polri untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan yang secepat-cepatnya kepada para korban,” ujarnya.
Dijelaskannya, semua melakukan upaya yang terbaik untuk menemukan dan menyelamatkan korban. “Kami doakan bersama agar korban bisa ditemukan. Kami juga sudah menyampaikan kepada KNKT untuk melakukan kajian dan juga penyelidikan teradap musibah ini,” tandasnya. (red)



