Bakal Kembangkan Pelabuhan Sungai Lais

PALEMBANG, SIMBUR – Pelabuhan Sungai Lais yang memiliki luas 200 hektar, rencananya oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, akan dijadikan sepenuhnya sebagai terminal pelabuhan khusus, bongkar muat barang. Bahkan kemungkinan besar, Pelabuhan Sungai Lais bisa menjadi pengganti Pelabuhan Boombaru.

“Pelabuhan Sungai Lais ini, sangat represenatif, untuk menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru, sebagai terminal barang. Tanahnya sudah besertifikat  seluas 200 hektar. Pelindo juga, sudah mengajukan rekomendasi dengan saya dan sudah saya tanda tangani, tinggal menunggu Rencana Induk Pelabuhan (RIP) dari Kementerian Perhubungan,” cetusnya, selagi meninjau langsung Pelabuhan Sungai Lais, Selasa 29 November 2020.

Ia berharap Pelabuhan Sungai Lais, dapat segera terealisasi,  sehingga benar-benar, dapat dipisahkan antara pelabuhan angkutan barang dangang, dan pelabuhan angkutan penumpang.

“Kita sudah tidak sabar menantikan itu, agar Palembang segera mempunyai pelabuhan yang representatif. Jadi kita pisahkan antara terminal barang dan terminal penumpang,” ujarnyna. Pelabuhan Bom Baru nantinya, hanya khusus untuk kapal angkutan penumpang saja. Kita akan minta Kementerian Perhubungan untuk segera mengeluarkan RIP-nya,” tegasnya.

Pelabuhan Sungai Lais, yang posisinnya berdekatan dengan dengan Jalan Lingkar Luar Timur, merupakan penunjang bagi moda transportasi barang , sehingga lokasi ini sangat cocok sebagai terminal angkutan barang.

Meski ada persoalan pendaanan, HD mengaku tidak menjadi masalah, karena Pemprov Sumsel bersama pihak Pelindo dan BUMD dapat mengatasi persoalan tersebut. “Soal pendanaan kita banyak pilihan, bisa Pelindo sendiri, bisa juga Pelindo dengan Pemprov, bahkan bisa Pelindo dengan BUMD, jadi kita akan sangat terbantu” terangnya.

Mengenai Jalan Lingkar Luar Timur yang tidak berjauhan dengan Pelabuhan Sungai Lais, HD sangat mengapresiasi karena sudah terlihat proses pengerjaannya.

“Sudah kita membuktikan, bahwa TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) itu berhasil. Sedangkan dilahan yang non pembebasan, karena lahan itu masuk di sertifikat Pelindo. Saya lihat proses sudah ada kita acungkan jempol,” timpalnya.

General Manajer Pelindo II, Silo Santoso sendiri, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan support yang luar biasa dari Gubernur Sumsel H Herman Deru, dengan percepatan pembangunan Pelabuhan Sungai Lais ini.

Pihaknya, sedang menunggu persetujuan untuk RIP dari Kementerian Perhubungan. “Jika RIP itu ada, maka pihaknya akan melakukan langkah-langkah sebagai landasan sebagai pembangunan pelabuhan,” ujarnya.

“Nah tadi Pak Gubernur Sumsel Herman Deru juga mensuport, percepatan supaya rencana pelabuhan ini ditetapkan. Kita akan melakukan langkah-langkah ketika ada RIP sebagai landasan pembangunan pelabuhan,” paparnya.

Untuk perkembangan pelabuhan saat ini dia menyebutkan masih sedang melakukan pengerasan jalan sepanjang 1,9 KM.

“Kita sudah pengecoran jalan dengan tebal 30 cm sepanjang 1,9 km akan terhubung dengan jalur lingkar timur kemudian nanti ke jalur lingkar selatan. Gubernur Herman Deru juga apresiasi, karena ini salah satu solusi untuk menghindari kepadatan-kepadatan jalan yang masuk ke dalam Kota Palembang,” imbuhnya.

HD bersama GM PT Pelindo II Cabang Palembang Silosantoso dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan kelas II Palembang H Irwan, SH, lalu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumsel VIII Birendrajana, melakukan pembahasan solusi atas  pendangkalan sungai di jalur utama dan  pembahasan pengembangan pelabuhan ada di Kota Palembang.

Dalam rapat tersebut, Herman Deru mengungkapkan, Container yang bertumpuk pada pelabuhan boom baru menandakan dimasa covid ini sudah ada pemulihan terkhusus pada sektor ekspor.

“Kapal ini sampai singapura  36 jam balik lagi, balik lagi jadi dalam 5 hari container sudah disini lagi. Ini komunitasnya karet, kelapa,sawit, dan lain-lain. Ini membanggakan sekali artinya kita sudah mulai beradaptasi mensiasati covid ini,” pujinya.

Menurut Herman Deru, pengembangan pelabuhan dan mencari solusi  pendangkalan sungai di jalur utama bertujuan untuk  mendorong sektor ekonomi, pariwisata, dan lainnya melalui pelabuhan yang merupakan gerbang perekonomian.

“Terimakasih kepada pengelola pelabuhan ini terutama KSOP,  kita termasuk yang cepat, dibanding yang lain, paling lama 20 jam jadi tidak sampai 1 hari 1 malam. Kita sedang berupaya untuk membuat pelabuhan samudera dan pelabuhan dalam kota ini di Sungai Lais yang diperuntukkan untuk barang. Lalu kemungkinan disini untuk mengangkut orang saja, nanti karena luasnya 24 hektare sedangkan Sungai Lais ini 200 hektar,” bebernya. (red/rel)