Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk

MARTAPURA, SIMBUR – Saat Reses Tahap III Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Dapil IV Kabupaten OKU Timur, Azmi Shofix, S.IP dari Fraksi Demokrat, mendengarkan keluhan masyarakat OKUT. Masalah itu terkait kelangkaan pupuk pada saat musim tanam yang sedang berlangsung.

Petani di beberapa Kecamatan antara lain Belitang, Belitang III, Belitang 2, Semendawai Suku 3, Belitang Mulya, Buay Madang Timur, Madang Suku II dan Belitang Jaya menyampaikan aspirasi yang sama yaitu susahnya mendapatkan pupuk pada musim tanam, dan hal ini sudah berlangsung selama beberapa tahun kebelakang.

“Kami kesulitan pupuk, padahal saat ini sudah memasuki musim tanam, kalau pupuk sulit kami takut tanaman padi kami tidak tumbuh dengan baik,” kata Sarkun, ketua kelompok tani Desa Pengadonan Kecamatan Buay Madang Timur, saat menyampaikan aspirasi kepada Anggota DPRD Sumsel dapil OKU Timur Azmi Shofix SIP.

Menanggapi kelangkaan pupuk di dapil-nya yaitu Kabupaten OKU Timur, Azmi Shofix, S.IP berjanji akan mendorong pihak-pihak terkait untuk melakukan sinergi menyelesaikan permasalahan kelangkaan pupuk pada setiap musim tanam. “Diketahui bersama bahwa keluhan masyarakat terkait kelangkaan pupuk pada saat musim tanam ini sudah berlangsung beberapa tahun kebelakang, mungkin tidak hanya di OKU Timur tetapi juga di kabupaten lain yang juga merupakan lumbung pangan. Saya pikir sudah waktunya ada sinergi dan komunikasi yang baik antara stakeholder terkait yaitu antara Poktan/Gapoktan, Dinas Pertanian, dan PT Pupuk Indonesia melalui anak usahanya yaitu PT Pusri atau PT Petrokimia Gresik agar permasalahan kelangkaan pupuk ini dapat dicarikan solusinya,” ujar Azmi.

Komunikasi dan sinergi antara stakeholder ini terkait dengan pengisian RDKK yaitu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok. RDKK harus sesuai potensi perencanaan tanam di setiap desa dan kecamatan. Nantinya diharapkan ada ketepatan alokasi pupuk yang dibutuhkan. Pupuk subsidi yang dialokasikan harus tepat jumlah yang dibutuhkan dan tepat waktu saat musim tanam tiba. “Jangan sampai saat musim tanam petani malah kesusahan mendapatkan pupuk. Pada akhirnya akan memengaruhi kualitas dari tanaman padi itu sendiri, kasihan para petani kalau hasil panen nya nanti tidak maksimal,” pungkas Azmi.

Tahun 2020 dilakukan koreksi terhadap alokasi pupuk bersubsidi menjadi 7,9 juta ton, dan sesuai Permentan 01/2020 sebanyak 10% dialokasikan sebagai cadangan pupuk, sehingga total yang akan didistribusikan sebanyak 7,1 juta ton. Tahun 2020 dilakukan koreksi terhadap alokasi pupuk bersubsidi menjadi 7,9 juta ton, dan sesuai Permentan 01/2020 sebanyak 10% dialokasikan sebagai cadangan pupuk, sehingga total yang akan didistribusikan sebanyak 7,1 juta ton.

Selain itu, tahun 2020 tidak lagi diberikan pupuk subsidi bagi pembudidaya ikan, yang pada tahun sebelumnya selalu mendapatkan pupuk subsidi. Kini pemerintah fokus memberikan pupuk subsidi hanya bagi petani yang melakukan usaha tani bidang pertanian.

“Distribusi pupuk bersubsidi harus diawasi bersama. Saya juga berharap distribusi Kartu Tani tahun 2021 dapat dimaksimalkan di Kabupaten OKU Timur agar petani-petani bisa merasakan manfaat subsidi tersebut secara tepat sasaran. Bisa juga melakukan penebusan dan pembelian pupuk bersubsidi untuk lahan pertanian mereka. Yang jelas harus bersama para petani, pejuang ketahanan dan kedaulatan pangan di negara kita,” tambah Azmi.(red/rel)