- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
- Olahraga Bersama Insan Media, Kodam II/Sriwijaya Turut Menjaga Ketahanan Informasi Nasional
- Pangdam II/Swj Ambil Sumpah 1.583 Tamtama Remaja, Kasad: Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan
- Tinjau Koperasi Merah Putih di Lahat, Apresiasi Pembangunan dan Dorong Ekonomi Lokal
Motor Dirampas dan Harta Dikuras, Wartawan Diserang Begal dengan Senjata Tajam
MARTAPURA, SIMBUR – Kawanan begal kembali beraksi di Kabupaten OKU Timur. Kali ini korbannya wartawan yang bekerja sebagai penyiar radio. Joni Ariandi menjadi korban perampokan di bawah ancaman senjata tajam. Dia terpaksa menyerahkan sepeda motor dan barang berharga miliknya, Senin (23/11) sekitar pukul 23.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, warga Desa Kota Baru Barat Kecamatan Martapura itu mengaku masih mengalami trauma yang mendalam. Berawal saat dirinya selesai siaran radio pada hari Senin (23/11) sekira pukul 23.00 WIB, korban menerima telepon dari orang yang tidak dikenal. Orang tersebut mengaku salah satu fans dan menawarkan sebuah handphone untuk dijual kepada Jon.
Mendapatkan penawaran tersebut, tanpa curiga korban akhirnya bersedia untuk menemui orang tersebut di Desa Banuayu. Sampai di lokasi, korban bertemu dengan pelaku. Kemudian pelaku mengajak korban untuk mampir ke rumahmya sekadar minum kopi.
“Karena mengaku tidak membawa kendaraan, akhirnya pelaku aku bonceng menuju ke rumahnya tanpa rasa curiga. Di pertengahan jalan, tepatnya di area perkebunan karet Desa Bantan Pelita Kecamatan BP Peliung, tiba tiba kami di hadang dua orang yang langsung mengancam saya dengan senjata tajam,” ucap korban.
Korban ditarik dari atas motor dan dipaksa menyerahkan tas, dompet serta handphone yang dimilikinya. Sementara pelaku yang tadi dibonceng dengan santainya membawa pergi sepeda motor milik korban.
Penderitaan Jon belum berakhir, setelah semua harta bendanya dikuras. Dua orang pelaku yang masih di TKP terus berusaha menyerang dengan senjata tajam. “Aku sudah minta ampun, tapi dua pelaku yang memegang senjata tajam terus menyerang. Aku pun berusaha menyelamatkan diri dengan berlari dan meminta tolong. Akhirnya saya dibantu warga sekitar setelah berlari sekitar satu kilometer dan diantar menuju Polsek BP Peliung untuk membuat laporan polisi,” ungkapnya.
Kepada awak media, Kasat Reskrim Polres OKU Timur AKP I Putu Wayan membenarkan kejadian tersebut. “Laporannya di Polsek (BP Beliung) tapi kami (Polres) juga bantu backup,” ucapnya.(red/rel)



