- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Sosialisasi Protokol Kesehatan Melalui Lomba Gaple
# Peringati Hari Sumpah Pemuda 2020
PALEMBANG, SIMBUR – Sosialisasi protokol kesehatan dapat dilakukan melalui permainan rakyat. Dalam hal ini, lomba gaple digelar saat memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus mengimbau masyarakat agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Lomba tersebut digelar Korem 044/Gapo, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel. Kegiatan yang dilaksanakan pada 20—24 Oktober 2020 itu berlangsung di Kedai Ngopi Cow Koperasi PWI Sumsel, Jalan Supeno No 11 Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang.
Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar menjelaskan, tujuan digelarnya kegiatan tersebut untuk mengingatkan kembali makna perjuangan dan menginternalisasi nilai-nilai Hari Sumpah Pemuda. Peristiwa itu menjadi bagian sejarah Indonesia dan tidak terlepas dari sejarah perjuangan wartawan Indonesia.
“Selain itu, menjadi tugas PWI Sumsel sebagai bagian kerja sama dengan BNPB Pusat untuk menjadi motor untuk mengampanyekan protokol kesehatan atau perubahan tingkah laku di tengah Covid 19 ini,” jelas Firdaus, Rabu (21/10).
Tidak kalah penting, lanjut Firdaus, untuk mempererat tali silaturahmi dengan wartawan dan media. “Pemenang akan diberi hadiah sesuai bantuan sponsor dari berbagai pihak yang tidak mengikat dan halal,” tegasnya.
Firdaus menambahkan, Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dalam mencapai kemerdekaan. Peringatan Hari Sumpah Pemuda, kata Firdaus, sejalan dengan tujuan PWI, yaitu tercapainya cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
“Terwujudnya kehidupan Pers Nasional yang merdeka, profesional, bermartabat, dan beradab. Terpenuhinya hak publik memperoleh informasi yang tepat, akurat, dan benar. Terwujudnya tugas pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan publik,” paparnya.
Upaya yang dilakukan ke dalam, tambahnya lagi, PWI Sumsel berupaya memupuk kepribadian wartawan Indonesia sebagai warga negara yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta taat pada konstitusi. Memupuk kesadaran dan komitmen wartawan Indonesia untuk berperan serta dalam pembangunan bangsa dan negara. Selanjutnya, meningkatkan ketaatan wartawan pada Kode Etik Jurnalistik demi citra, kredibilitas, dan integritas wartawan dan PWI.
“Mengembangkan kemampuan profesional wartawan. Memberikan bantuan dan perlindungan hukum kepada wartawan dalam melaksanakan tugas profesinya serta memperjuangkan kesejahteraan wartawan,” paparnya.
Secara eksternal, kata dia, upaya PWI Sumsel adalah memperjuangkan terlaksananya peraturan perundang-undangan serta kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Upaya itu diharapkan dapat menjamin pertumbuhan dan pengembangan pers yang merdeka, profesional, dan bermartabat
“Menjalin kerja sama dengan unsur pemerintah, masyarakat, dan organisasi pers di dalam dan di luar negeri. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran berdasarkan supremasi hukum,” terangnya.
Di tempat yang sama, Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIP SSos mengataakan, kegiatan ini digelar sebagai mediasi untuk menjalin silaturahmi dengan wartawan. “Dengan adanya kegiatan gaple ini dapat menjalin silaturahmi antara para media dan wartawan. Lomba gaple hanya sebagai mediasi untuk menjalin silaturahmi,” ungkap Danrem.(red)



