Jelajah Bungker Peninggalan Belanda di Lawang Wetan

SEKAYU, SIMBUR – Kisah atau sejarah mengingatkan  suatu peristiwa. Peristiwa itu akan meninggalkan suatu kenangan di suatu tempat. Oleh karena itu, sebagai pendengar kisah dan sejarah Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muba menelusuri bungker peninggalan Belanda di Muba.

Pokdarwis mengunjungi tempat sejarah yang terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan (15/10). Peninggalan bersejarah tersebut terkubur tanpa adanya sentuhan tangan manusia.

Penelusuran ini bertujuan untuk menambah pengetahuan Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Banyak yang belum atau tidak mengetahui bahwa di Muba terdapat sebuah situs sejarah peninggalan pada zaman penjajahan.

Situs sejarah yang biasa masyarakat sekitar sebut sebagai gua belanda ini memiliki luas 100 meter persegi. Banyak bebatuan yang runtuh termakan usia.

Masyarakat sekitar biasa menyebut peninggalan Belanda ini sebagai Gua Belanda. Selain itu ada yang menyebut bengkel Belanda. Hal tersebut juga dibenarkan oleh pemilik tanah, Alamudin bin Rohim (63). Dia mengatakan bahwa peninggalan zaman Belanda ini dulunya merupakan bengkel untuk memperbaiki tank. Di atas bukit terdapat bekas-bekas lintasan dari tank.

“Dulunya banyak besi kata kakek saya. Dahulu zaman krisis sehingga besi-besi yang ada dicuri dan dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain banyak reruntuhan batu peninggalan Belanda, pada situs itu juga ada sebuah gua setinggi 1 meter. “Saya tidak melarang orang untuk masuk. Jika mau masuk silakan saja tetapi saya tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Rantau Kasih M Dedi mengatakan, terima kasih kepada Tim Pokdarwis Muba di bawah binaan Dispopar Muba telah mengunjungi bungker ini, besar harapan kami agar ke depan tempat ini layak dikunjungi untuk masyarakat.

Terpisah Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar Muba) Muhamad Fariz SSTP MM Mengatakan, masa pandemi ini sama sama sulit dan berjuang keras menghadapi Covid-19 ini bukan hanya sektor Pariwisata, UMKM juga di Indonesia bahkan di dunia juga menurun drastis.

Semangat para pemuda pecinta budaya dan pariwisata lokal dalam mengeksplorasi jejak sejarah dan budaya ini tidak di ragukan lagi dan patut acungi jempol.  “Ya, saya sangat apresiasi kepada Pokdarwis Muba yang sangat peduli dengan pariwisata yang ada di Muba. Semoga kedepan dengan telah diresmikanya program Jelajah Muba On Tv beberapa bulan lalu dapat mengekspos tempat tempat wisata bersejarah yang dapat menarik peminat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata tersebut. Selain  mampuh memengaruhi kembalinya ekonomi kita yang ada di Indonesia, terutama di Musi Banyuasin,” ungkapnya.(red/rel)