Pelanggaran Menurun dan Kepatuhan Meningkat selama PSBB, Warga Palembang Siap Hadapi New Normal

PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumsel H Herman Deru kembali turun langsung ke sejumlah titik check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palembang. Hal itu dilakukannya guna memastikan perkembangan PSBB yang terhitung sudah hari ketiga diterapkan di kota pempek tersebut.

Peninjauan tersebut dimulai dari check point Cinde di Jalan Jenderal Sudirman, lalu menuju check point 7 Ulu di Jalan HM Ryacudu dan berakhir di Posko Gugus Tugas Covid-19 Palembang di kawasan rumah dinas walikota Palembang di Jalan Tasik. Di sela peninjauan tersebut, Gubernur juga memantau penerapan sosial distancing salah satu restoran cepat saji yang tak jauh dari titik check point.

Menurut dia, dalam pelaksanaannya, PSBB di Palembang sudah terbilang baik. Masyarakat terpantau semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah wabah Covid-19 saat ini. Hal itu juga dibuktikan dari data di buku registrasi petugas. Dari hari pertama sampai hari ketiga digelarnya PSBB ini, terjadi penurunan pelanggaran.

“Dari beberapa check point yang saya tinjau, saya simpulkan jika kesadaran masyarakat sudah meningkat. Artinya sosialisasi yang sebelumnya kita dengungkan didengar oleh masyarakat,” kata HD.

Dikatakannya, masyarakat memiliki peran dominan terkait berhasil tidaknya penerapan PSBB di Palembang ini. “Di sini masyarakat yang paling dominan berperan. Kalau kesadaran masyarakatnya tinggi maka pelanggaran PSBB ini akan semakin menurun dan penyebaran Covid-19 ini bisa semakin ditekan,” tuturnya.

Sebab, lanjutnya, benteng terkuat untuk dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19 ini adalah diri sendiri. “Benteng terkuat untuk menahan laju Covid-19 ini adalah individu masing-masing yakni dengan gaya hidup sehat, jaga stamina dan vitamin. Jadi jangan hanya mengandalkan pengobatan yang saat ini sudah ada, tapi juga mencegah sebelum terjangkit,” terangnya.

Dia menegaskan, PSBB ini diharapkan dapat menjadi edukasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. “Ini edukasi bukan untuk menghukum. Karena ini untuk kepentingan masyarakat itu sendiri. Dengan diterapkannya ini, kesadaran para pelanggar PSBB ini diharapkan dapat meningkat sehingga wabah Covid-19 ini segera berlalu,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Wali Kota Palembang H Harnojoyo, juga meninjau check point selama PSBB diberlakukan di Kota Palembang. Kali ini check point memeriksa langsung standar penerapan PSBB angkutan sungai dermaga di bawah Jembatan Ampera, yang mengangkut penumpang rute Palembang – Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (27/5).

“Standar PSBB angkutan sungai sudah dipenuhi, baik penumpang maupun pemilik angkutan, mereka sadar akan pentingnya bermasker untuk perlindungan diri,” kata Harnojoyo.

Wajib cuci tangan saat akan naik transportasi sungai ini pun diwajibkan petugas. “Di sini juga disiapkan cuci tangan pakai sabun. Setiap mereka datang ataupun ingin pergi mengunakan Speedboat hukumnya wajib cuci tangan,” katanya.

Dikatakan Harnojoyo, tidak hanya melengkapi alat pelindung diri (APD), penumpang dan pemilik jasa angkutan sungai inipun, wajib mengurangi jumlah penumpang saat diangkut.
“Kalau Speedboat bermesin 2000 PK bisa mengangkut penumpang berkapasitas 40 orang, kini mereka hanya mengangkut separuhnya, tidak lebih dari 17 orang saja,” katanya.

Tentunya, pengurangan jumlah kapasitas penumpang ini langsung berdampak selama PSBB diberlakukan. “Tadi saya juga langsung berkomunikasi langsung dengan sopir speedboat. Mereka mengaku mengalami penurunan pendapatan,” tegasnya.

Wako menambahkan, warga Kota Palembang siap hadapi New Normal. “Warga Palembang sudah siap untuk new normal,” katanya.

New normal yang kini mulai disosialisasikan adalah fase kehidupan baru di mana publik akan menjalankan aktivitas secara normal dengan mengedepankan protokol pencegahan virus corona.
Menurut Wako, Palembang saat ini menunjukan tingkat kepatuhan yang tinggi dengan protokol kesehatan sejak diberlakukan intruksi Walikota dan Pembatasan Sosial Berskala BEsar (PSBB). “Warga Palembang sudah siap untuk New normal ini,” tegasnya.

Harnojoyo menambahkan, dirinya sudah kesulitan menemui warga yang tidak mengenakan masker sebagai alat pelindung diri (APD). Warganya kini mulai sadar untuk menjaga jarak, dan telah terbiasa mencuci tangan saat beraktivitas di luar maupun di dalam rumah. “Mencari 10 orang saja tidak mengenakan masker sekarang sudah sulit, artinya warga Palembang sudah siap untuk new normal. Kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan sudah meningkat,” tegasnya.

Kapan berakhirnya wabah inipun belum bisa diprediksi, untuk itu, menjaga pola hidup sehat membiasakan kebersihan harus tetap dilakukan baik aktivitas di luar maupun dalam rumah. “Kita tidak tahu kapan Corona ini berkahir. Kalau vaksin ditemukan artinya virus masih ada. Yang penting saat ini menjaga diri dan keluarga dari agar tidak terkena virus corona. Kita senantiasa memutus mata rantai agar virus tidak menyebar,” katanya.(kbs/bbs)