Bila Dua Orang atau Lebih yang Tertular, Baru Bisa Jadi Klaster Pasar Kebon Semai

PALEMBANG, SIMBUR – Meninggalnya seorang pedagang di Pasar Kebon Semai, kawasan Sekip Palembang menambah kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Selatan. Meski demikian, untuk dinyatakan sebagai klaster baru harus menunggu pembuktian setelah melakukan contact tracing terhadap keluarga dan orang-orang yang kontak erat dengan pasien positif tersebut.

“Kalau terbukti ada dua orang keluarga almarhumah jadi positif akibat tertular, bisa dibilang klaster. Kalau satu orang belum jelas,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Prof Yuwono kepad Simbur, Selasa (26/5).

Prof Yuwono menjelaskan, pedagang yang meninggal merupakan orang yang diduga kuat terjangkit Covid-19. Pasien betinisial Y usia 53 meninggal suspect Covid-19. “Kemarin datang dengan keluhan sesak napas. Ada penyakit penyerta dan mengonsumsi obat Diabetes melitus dan hipertensi. Memang Diabetes dan hipertensi lebih besar risikonya mengarah pada kematian jika terkena Covid-19. Kami baru persiapan sudah meninggal. Penyelenggaraan pemakaman semua diurus rumah sakit sesuai standar protokol Covid-19,” ungkapnya sembari berharap Dinas Kesehatan supaya lebih proaktif melakukan tracing terhadap kontak almarhumah.

Berdasarkan informasi yang diterima, pedagang tersebut memiliki penyakit bawaan yakni diabates melitus. Sempat ada penolakan pasien di dua rumah sakit swasta Palembang. “Infonya sebelum dibawa ke RS Pusri dan meninggal di sana, dia (pasien terduga Covid-19) ditolak di Rumah Sakit Siloam dan Hermina kemarin (25/5). Menurut cerita, dia positif dan sudah test rapid di RS Siloam,” katanya.

Sementara itu, puluhan pedagang tradisional Pasar Kebun Semai Sekip Palembang menjalani tes diagnostic cepat (Rapid test), Selasa (26/5). Sebanyak 40 pedagang dari ratusan pedagang dijadwalkan menjalani rapid test secara bertahap di Puskesmas Kebon Semai oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang. Tes dilakukan setelah salah satu pedagang di pasar tradisional tersebut meninggal akibat positif Covid-19.

Dari hasil rapid test yang dilakukan, satu orang yang biasa melakukan pijat urut kepada pedagang yang meninggal dinyatakan postif Covid-19 ini, diduga positif Corona. “Hari ini ada 40 pedagang yang jalani rapid test termasuk tukang pijat yang juga sempat kontak dengan pedagang yang meninggal akibat positif Covid-19. Hasil rapid test tukang pijat fositif Covid 19,” ungkap Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Dagang (PD) Pasar Palembang Jaya Abdul Rizal.

Menurutnya, rapid test yang menurunkan beberapa tugas media dari Dinkes ini, kembali akan dilakukan hingga selesai, dijadwalkan gelombang kedua kembali akan dilakukan hingga Jumat mendatang. “Kami ada empat gelombang rapid test. Setiap gelombang akan ada 40 yang ikuti rapid test,” tegasnya seraya menambahkan, mereka yang mengikuti rapid test ini, tidak dipungut biaya. “Gratis menjalani Rapid Test ini,” tegasnya.

“Pasar baru buka lagi tanggal 6 Juni. Hari ini 20 karyawan mulai petugas keamanan, parkir dan pengelola pasar rapid test. Setelahnya lanjut 300 pedagang dijadwal rapid test di puskesmas dekat sini,” ujar Arifin Wakil Pengelola Pasar Kebon Semai.

Sejauh ini, pengelola pasar dan petugas gugus tugas COVID-19 melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang sudah melakukan upaya sterilisasi penyemprotan desinfektan di sebagian lingkungan tepatnya di halaman depan pasar. “Di luar sudah tapi arah belakang belum. Karena nunggu koordinasi lagi sama dinkes waktunya kapan,” tegasnya.(kbs)