- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Aktif Advokasi dan Bela Wartawan, H Ocktap Riady SH Terima “Kartu Pers Istimewa”
PALEMBANG, SIMBUR – Press Card Number One (PCNO) atau biasa disebut “kartu pers istimewa” kembali diberikan kepada sejumlah wartawan senior pada tahun ini. Penghargaan tertinggi terhadap profesi wartawan itu diberikan saat puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 9 Februari 2020.
“Benar, ada tiga orang dari Sumsel. Jumlah total resminya saya belum tahu. Baru dapat pemberitahuan untuk menerima perhargaan saja,” ungkap H Ocktap Riady SH, dikonfirmasi Simbur, Rabu (5/2).
Pria yang pertama kali menekuni profesi sebagai wartawan di surat kabar Jawa Pos tahun 1993 ini mengaku bangga atas penghargaan yang diberikan kepadanya. “Saya menerima penghargaan karena melakukan advokasi dan pembelaan wartawan secara terus menerus. Mungkin karena itu saya dapat penghargaan,” ungkap mantan Ketua PWI Sumsel dua periode ini.
Menurut Oka, sapaan H Ocktap Riady, penghargaan tersebut akan diterimanya saat puncak peringatan HPN. Dijelaskannya, kabar tersebut didasari surat Pemberitahuan dan Undangan Panitia Pusat HPN 2020 Nomor 133/PWI-P/HPN 2020/I/2020 sesuai hasil rapat pleno tanggal 21 Januari 2020. Meski demikian, dirinya harus berbesar hati karena tahun ini penghargaan tersebut tidak diberikan langsung di depan Presiden. “Sebenarnya (PCNO) diberikan di depan Presiden. Meski Presiden datang lebih awal (8 Februari), penghargaan ini tetap diberikan pada acara puncak (9 Februari),” ungkapnya seraya menambahkan, Presiden datang menghadiri acara persemian hutan pers, menghadiri seminar stunting sebelum berangkat ke Australia.
Menurut Oka, kartu pers istimewa tersebut membuktikan bahwa kerjanya sebagai wartawan masih dihargai. “Pertama kali berangkat HPN di NTT, saya banyak melihat kawan menerima PCNO. Ini merupakan penghargaan tertinggi terhadap wartawan yang memberikan warna dan membantu kehidupan pers. Saya konsen pada advokasi terhadap wartawan,” tutupnya. (maz)



