- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Wawako Kerahkan Dinas Atasi Dampak Kabut Asap di Palembang
PALEMBANG, SIMBUR – Kabut asap sangat mengganggu masyarakat Sumatera Selatan, khusus wilayah Kota Palembang. Wakil Wali Kota Fitrianti Agustinda meminta dinas di jajaran Pemerintah Kota Palembang agar dapat mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu disampaikan Wawako saat saat memimpin rapat di ruang dinas Wakil Walikota Palembang, Jumat (13/9) lalu.
Wawako mengatakan, Pemkot Palembang sengaja mengadakan rapat untuk menanggulangi dampak kabut asap yang ada di kota Palembang. “Dalam beberapa pekan ini, kami ingat aktivitas anak–anak sekolah pada siang hari. Kami bicara banyak hal (terkait kabut asap),” ungkap Finda, sapaan Fitrianti Agustinda.
Orang nomor dua di Pemkot Palembang itu menambahkan, rapat dihadiri perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan dan Kebersihan Kota (DLHK), Dishub dan lainnya. “Kami akan berupaya seoptimal mungkin, apa yang bisa kami lakukan. Persiapan-persiapan misalnya, dari Dinas Kesehatan mengantisipasi pasien-pasien ISPA. Begitu juga dengan DLHK untuk memberikan peringatan (kabut asap),” paparnya.
Masih kata Wawako, dirinya meminta warga agar keluar pada jam tertentu saja. “Data yang kami dapat, kabut asap ini jauh lebih tebal pada malam sampai subuh. Ini juga harus diketahui oleh banyak pihak. Pemerintah Kota Palembang akan terus berupaya melakukan (sosialisasi) semaksimal mungkin,” jelasnya.
Dari Dinas PBK, lanjut Finda, penyemprotan jalan dan sebagainya dapat dilakukan untuk mengurangi dampak asap. Pemkot Palembang melalui Dinas Pendidikan juga akan memberi imbauan, masuk sekolah jam enam lebih sedikit mungkin. “Akan diubah masuk sekitar jam delapan. Kurangi kegiatan di luar kelas. Siswa berada di dalam kelas saja agar terhindar ISPA. Kami dapat informasi dari (DLHK) dan (BLH) bahwa memang udara di Palembang membahayakan. Bila perlu, kami instruksikan anak-anak diliburkan sekolah,” tutupnya. (rgs)



