- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Bangun Jembatan Darurat Khusus Kendaraan Pribadi
KAYUAGUNG, SIMBUR – Pasca ambruknya jembatan Way Mesuji A di perbatasan Provinsi Lampung-Sumsel, Pemerintah melalui Balai Besar Lampung bersama Pemda dan Masyarakat setempat mengupayakan membangun jembatan darurat. Jembatan dengan kontruksi kayu gelam ini diperuntukan hanya bagi kendaraan pribadi dan roda dua.
Wakil Bupati OKI, H.M. Djakfar Sodiq saat meninjau kerusakan jembatan Way Musi mengatakan jembatan darurat ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang telah berlangsung tiga hari terakhir. “Mudah-mudahan bisa membantu pengendara yang melintas namun yang bisa lewat khusus kendaraan pribad,” ungkap Shodiq usai meresmikan pemakaian jembatan darurat Way Mesuji.
Untuk menghindari kemacetan Shodiq juga menghimbau bagi Pengendara yang melintas untuk tetap tertib lalulintas. “Kepada pengendara untuk sama sama jaga ketertiban, jangan saling mendahului agar tidak menimbulkan kemacetan,” ungkapnya.
Kapolres Mesuji Lampung, AKBP. Edi Purnomo, S. IK, MM didampingi Kapolsek Mesuji Darmanson mengungkapkan untuk menghindari gangguan keamanan Polres Mesuji Lampung bersama Polres OKI gencar lakukan pratroli bersama.
“Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab untuk lakukan kejahatan jalanan,” ungkap Eddy.
Untuk itu kepolisian menurut dia menyiagakan posko pengamanan tepat di jembatan. “Ada dua puluh personel disiagakan. Kami gencarkan patroli bersama serta himbau truk untuk lewat lintas tengah sesuai kesepakatan,” ungkapnya.
Sementara itu, pengawas dari Balai Besar Lampung Wahyu mengungkapkan pihaknya sedang mengebut perbaikan jembatan yang ambruk pada Senin lalu. “Target pengerjaan dua minggu, kita upayakan cepat selesai,” jelasnya.
Untuk sementara ini, Wahyu mengatakan jembatan darurat yang dibuat hanya mampu menampung beban maksimal 4 ton. “Untuk kendaraan pribadi bisa lewat, untuk truk tetap melalui jalur lintas tengah” ungkapnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0402/OKI Letkol Inf Riyandi melalui Komandan Koramil (Danramil) 402-09/Mesuji, Kapten Inf Jauhari saat meninjau pembuatan jembatan darurat perbatasan antara Kabupaten Mesuji Lampung dengan Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI Sumsel mengatakan, proses pembuatan jembatan tersebut sudah sesuai dengan rencana dan peruntukan. “Kita tinjau proses pembuatannya agar bisa dipastikan jembatan darurat ini sudah sesuai peruntukannya, dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna kelancaran mobilisasi kendaraan yang akan melintas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk kendaraan truk yang terperosok sudah dapat dievakuasi dengan menggunakan dua alat berat ekskavator. “Truk yang terperosok alhamdulillah sudah berhasil dievakuasi dengan menggunakan ekskavator dua unit,” tambahnya.
Dirinya berharap dengan adanya jembatan darurat ini masyarakat tidak lagi terkendala dalam beraktivitas dan dapat mempergunakan jembatan darurat tersebut secara maksimal untuk melakukan perjalanan baik dari Kabupaten OKI Sumsel menuju Kabupaten Mesuji Lampung ataupun sebaliknya. ”Semoga ini dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan,” tandas Danramil Mesuji.(wom)



