Dua Hotel Berbintang di Palembang Kecolongan

# Tidak Tahu Tamunya Membawa Narkoba

 

PALEMBANG, SIMBUR – Setelah penggerebekan bandar narkoba kelas kakap di hotel Aston dan Excelton, bukan berarti aksi jaringan sindikat narkoba lainnya akan berhenti beroperasi di Kota Palembang. Kedua hotel berbintang tersebut tentunya harus dijadikan contoh bagi manajemen hotel lain untuk lebih meningkatkan aspek sekuritas (keamanan). Tujuannya agar hotel tidak menjadi tempat aman bagi para bandar narkoba yang menganggap ada perlindungan privacy sebagai konsumen dan tamu hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel), Herlan Asfiudin mengatakan jika kedua hotel tersebut kecolongan dan sulit bagi manajemen hotel untuk mengidentifikasi tamu yang datang. “Itu namanya kecolongan. Kami (PHRI) tidak ada yang ingin hotel dimasuki bandar narkoba. Kami tidak bisa memastikan apakah tamu atau pengunjung membawa narkoba,” ujarnya saat dikonfirmasi Simbur, Minggu (3/3).

Pencegahan yang ada saat ini, menurutnya, bagaimana petugas keamanan (sekuriti) hotel jeli mengidentifikasi hal-hal yang berdampak buruk bagi hotel. “Mungkin itu dari kejelian sekuriti. Sebenarnya seperti ini. Sekuriti itukan punya naluri. Kalau yang hebat lihat wajah orang saja dia bakal tahu tamu yang datang,” ujar Herlan yang lebih sering disapa Babe.

Deteksinya paling seperti itu, lanjut Babe, karena manajemen hotel juga tidak boleh mencurigai orang. “Namanya tamu masuk hotel kan tidak boleh dicurigai,” tekannya.

Sekuriti, lanjut Babe, hanya memegang metal detector saja, dimana narkoba tidak bisa terdeteksi dengan alat tersebut. “Sebenarnya, yang paling bagus untuk melacak narkoba adalah anjing pelacak. Kalau kami menempatkan anjing di situ (pintu masuk) tamu akan merasa tidak nyaman. Dengan terekspos di media, itu bagus, supaya oknum-oknum lainnya akan berpikir membawa narkoba ke hotel,” tegasnya.

Terkait penangkapan itu juga, Babe memastikan jika PHRI menilai selama ini koordinasi dengan pihak kepolisian berjalan dengan baik. “Bersyukur karena koordinasi kami dengan pihak kepolisian sudah bagus. Kejadian penggerebekan jaringan Rio kemarin itu sudah koordinasi petugas dengan manajemen hotel,” katanya.

Pelaksanaan penggerebekan, lanjut dia, tidak sampai memengaruhi tamu di kamar hotel lainnya, jadi operasinya silent (senyap). “Itulah yang paling saya harapkan, supaya tidak mengganggu kenyamanan tamu yang lain. Operasinya senyap. Selama ini seperti itu. Pola-pola seperti itu yang paling bagus,” ujar Babe yang kembali menegaskan jika di bawah lindungan PHRI, seluruh hotel bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memberantas narkoba.

Babe juga mengimbau agar seluruh manajemen hotel yang berada di bawah naungan PHRI agar lebih berhati-hati agar tidak kecolongan. “Saya mengimbau agar lebih ekstra lagi memerhatikan tamu-tamu yang datang. Jika ada yang mencurigakan langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian, karena pihak hotel tidak bisa (berwenang) untuk menangkap orang,” imbaunya.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen hotel Aston dan Excelton belum berhasil dikonfirmasi. Ketika public relation (PR) dua hotel tersebut coba dihubungi, mereka mengaku tidak lagi bekerja di sana.

Sementara, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan jika pihaknya sudah sering melakukan koordinasi melalui PHRI. “Kami sudah sering melalui PHRI berkoordinasi dengan Binmas. Persoalannya kan tidak seperti dulu lagi. Kalau dulu kan kalau ada apa-apa, ada orang yang melaporkan kepada intel, tapi sekarang tidak ada lagi cara-cara seperti itu,” ungkapnya seraya menegaskan jika sifatnya kesadaran masing-masing dari pihak hotel.

Polda Sumsel, lanjut jenderal bintang dua itu juga akan terus mendorong pihak hotel agar tidak mudah kecolongan dan tidak menjadi tempat yang aman bagi pengedar narkoba. “Kami tetap mendorong karena itu tugas  bersama, apalagi barang segitu banyak, (sempat) dibawa oleh sekuriti lagi (keterangannya),” sesal Kapolda sembari mengimbau PHRI agar senantiasa (waspada). “Pertemuan-pertemuan juga kan selalu, (saat) momentum pertemuan sudah kami ingatkan,” tambahnya. (dfn)