- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Akbar Tanjung Dukung Jokowi meski Jusuf Kalla Bicara soal Prabowo
PALEMBANG, SIMBUR – Suhu politik kian memanas. Dampaknya juga terlihat di tubuh partai berlambang beringin yang mulai meranggas. Dua tokoh elite Partai Golkar, Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla pun menjadi sorotan publik, ke mana arah politik mereka yang tentu sangat berdampak pada Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) April mendatang.
Tokoh senior Partai Golkar, Akbar Tanjung menjawab diplomatis ketika dikonfirmasi Simbur terkait kabar jika dirinya telah memantapkan pilihannya kepada paslon tertentu. “Saya kan dari partai Golkar. Partai kami mendukung Jokowi. Oleh karena itu, sebagai tokoh Golkar yang setia terhadap apa yang diputuskan oleh partai, tentu saya ikut memberikan dukungan ke Jokowi,” tegas Akbar Tanjung usai menjadi pembicara Forum Dialog Kebangsaan di Griya Agung Palembang, Sabtu (16/2).
Dijelaskan Akbar, pasca lengsernya Presiden HM Soeharto dan runtuhnya Orde Baru (Orba) pada Mei 1998, Partai Golkar terus mengalami penurunan elektabilitas, termasuk perolehan suara di setiap kontestasi politik. Karena itu, Akbar Tanjung menjadikan alasan tersebut agar dirinya harus turun gunung untuk menyelamatkan partai berlambang beringin yang pernah berkuasa selama 32 tahun itu.
“Sejak pemilu tahun 2009 suara Golkar itu ada tren menurun. Nah, semangat itulah makanya saya aktif kembali,” ujarnya usai menjadi pembicara forum dialog kebangsaan di Griya Agung, Sabtu (16/2).
Dilanjutkan Akbar, dirinya juga memiliki kepentingan dalam pemilihan presiden pada April mendatang. “Ini dalam rangka saya sebagai ketua kehormatan Partai Golkar. Saya juga punya kepentingan agar Partai Golkar sebagai kekuatan politik dalam pemilu ini mempunyai kenaikan suara dan kenaikan kursi melebihi dari pencapaian pada pemilu-pemilu yang lalu,” lanjut mantan Ketua Umum Partai Golkar masa jabatan 1998-2004 itu.
Terkait eksistensi partai, Akbar menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat. Sebab rakyatlah yang menentukan partai apa yang layak menjadi partai berkuasa. “Kami serahkan pada publik atau rakyat. Partai politik itu akan eksis sepenuhnya tergantung kepada rakyat. Sama halnya saat Golkar di tahun 1999 habis-habisan mau membubarkan Golkar,” ujarnya.
Ditambahkan Akbar, jika diputuskan bahwa Golkar berhak untuk mendapatkan dukungan suara dan wakil di DPR, itu artinya memang rakyat menganggap Golkar masih bisa diapresiasi. “Begitu juga partai-partai baru termasuk partai Berkarya, biar rakyat yang menentukan,” tegasnya.
Diketahui, dalam acara Najwa Shihab yang bertajuk ‘Catatan Najwa’, Jusuf Kalla bicara banyak soal pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dalam video tayangan di kanal YouTube Najwa Shihab juga mengulik tentang pandangan tokoh Partai Golkar yang kini menjabat wakil presiden.
Jusuf Kalla menilai Prabowo sedikit berbeda dalam pemilu tahun ini dibandingkan dirinya di tahun-tahun sebelumnya. “Sebenarnya sama. Cuma dia sekarang lebih tenang. Yang berbeda sekarang justru wakilnya (Sandiaga Uno),” jawab JK saat ditanya Najwa, Dilansir Tribunnews.com.
JK menilai Sandiaga Uno adalah sosok yang sangat energik dan ingin mencapai semua lapisan. Jk mengatakan bahwa Sandiaga Uno sangatlah aktif dan merambah kemana-mana untuk mendapatkan dukungan.
Jusuf Kalla menilai Prabowo jauh lebih tenang dibanding dirinya di pemilu sebelumnya. “Yah, Prabowo sekarang ini lebih tenang, dibanding dengan pemilu dulu. Sekarang Sandi kelihatannya ingin mencapai seluruh wilayah nasional gitu,” jawab Jusuf Kalla.(dfn)



