- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Pemkot Palembang Belum Punya Sensor Deteksi Dini Serangan Hacker
PALEMBANG, SIMBUR – Digitalisasi di era revolusi industri 4.0 memang menawarkan kemudahan dalam mengakses informasi atau memperoleh pelayanan publik. Namun, digitalisasi bukan tanpa tantangan. Justru momok serangan hacker dari oknum tidak bertanggung jawab atau sekadar iseng adalah hal yang menjadi pekerjaan rumah besar di negara ini.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang sudah memulai era digitalisasi yang ditandai dengan aplikasi Halo Palembang, ternyata masih rawan terkena serangan hacker karena belum memiliki sensor deteksi dini.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Palembang, Yanurpan membenarkan hal itu. “Kalau di Provinsi saya kurang tahu, tapi kalau di Palembang rasanya belum ada. Tapi, walaupun pakai alat itu, kami akan terus berkomunikasi dengan BSSN,” ungkapnya kepada Simbur, Jumat (8/2).
Dengan kondisi seperti itu, Yanurpan memastikan jika Diskominfo tetap melakukan upaya pencegahan dengan berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo (Kemkominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). “Upaya pencegahan serangan siber tentunya kami tetap melakukan komunikasi dengan Kementerian Kominfo (Kemkominfo). Kalau memang ada hal-hal sejenis itu (serangan hacker) atau lainnya itu langsung (koordinasi) ke Kemkominfo. Karena mereka memiliki peralatan (teknologi) yang lebih canggih. Di Diskominfo ada seksi Persandian yang melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),” ujarnya.
Serangan hacker juga menjadi perhatian Diskominfo untuk mengamankan beberapa aplikasi dan website Pemkot Palembang khususnya aplikasi Halo Palembang yang baru saja diluncurkan. “Serangan hacker itu kan ada-ada saja (kapan saja). Diskominfo Palembang juga memiliki aplikasi Halo Palembang dan kami melakukan komunikasi itu (dengan BSSN). Sebelum aplikasi diluncurkan, itu sudah ada tahapan-tahapannya dengan pihak BSSN. Jadi jika kami ada aplikasi atau website, kami tidak sendirian karena kami meminta bimbingan dari BSSN soal tahapan-tahapannya,” jelasnya.
Walaupun demikian, Yanurpan tidak bisa menjamin seratus persen aplikasi yang dimiliki Pemkot Palembang aman dari serangan hacker. “Jangankan kami, platform besar saja masih bisa bocor. Terpenting kami akan berusaha semaksimal mungkin (atasi serangan hacker). Teknologi kan tidak pernah berhenti, dia akan terus berkembang seiring dengan kehidupan kita,” tekannya.
Terkait era revolusi industri 4.0, Pemkot Palembang mau tidak mau atau suka tidak suka harus siap mengikuti perkembangannya. “Kalau tidak siap akan terlindas dengan kemajuan revolusi industri saat ini. SDM Diskominfo juga terus kami siapkan dan bina seiring dengan teknologi,” pungkasnya.
Seperti diketahui, serangan hacker yang menyasar Indonesia di tahun 2018 mencapai 225 juta serangan. Sayangnya, sensor deteksi dini serangan hacker yang di pasang oleh BSSN hanya mencapai 21 alat di enam provinsi, dan rencananya dalam tiga tahun ke depan akan ditambah menjadi sekitar 50 alat. (dfn)



