- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Menhub dan Gubernur Sumsel Dialog Bersama Pengendara Milenial di Palembang
PALEMBANG, SIMBUR – Ratusan Bikers yang berasal dari berbagai komunitas motor di Indonesia ambil bagian dalam Safety Riding “Budi Karya Sumadi with Millenial Sumsel”. Kegiatan mengambil rute start Benteng Kuto Besak – Jl. Merdeka – Kambang Iwak –Finish Gunz Café Gubernur Sumsel, Sabtu (8/12) pagi.
Menteri Perhubungan RI, Ir Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM, Wali Kota Palembang H Harnojoyo tidak ketinggalan ikut membaur dengan ratusan bikers menunggangi motor dengan posisi paling depan mulai dari garis start hingga finish di guns cafe Kambang Iwak.
Ditempat ini rombongan Menteri Perhubungan dan Gubernur Sumsel ini langsung disambut oleh ratusan anak muda sebagai peserta dalam talkshow bersama Club Motor Palembang bertajuk “Millenials Connected” diselenggarakan oleh Gerakan Sumsel Maju.
Untuk diketahui Safety Riding merupakan sebuah bentuk pola perilaku untuk berkendara yang nyaman dan aman, baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain.
Usai melakukan city riding bersama Menhub RI dari Plaza BKB, Gubernur Sumsel Herman Deru ikut mendampingi Menhub RI Budi Karya Sumadi melanjutkan agendanya berdialog dengan sejumlah komunitas biker di Gunz Cafe, kawasan Kambang Iwak (KI), Sabtu (8/12). Pada kesempatan itu Gubernur mengibaratkan bahwa komunitas itu tak ubahnya mata pisau. “Komunitas itu seperti mata pisau. Kalau kita mau baik bisa baik, kalau mau jahat bisa juga tergantung kitanya,” ujarnya.
Berbeda dengan image geng motor yang terbentuk “negatif” di negara dan daerah-daerah lain, di Sumsel kata Gubernur para biker justru bersahabat dan dekat dengan masyarakat. Untuk itu Gubernur selalu mengingatkan agar para biker ini menunjung budi pekerti dan sedapat mungkin untuk mengajak kebaikan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
“Alhamdulillah bikers di sini semuanya Tawadhu ngerti agama dan lalu lintas. Di sumsel komunitas bikersnya tidak ada yang buat kejahatan, aman di sini,” jelas Gubernur disambut tepuk tangan ratusan biker yang hadir.
Hanya saja diakui Gubernur masyarakat masih memerlukan edukasi mengenai keselamatan berkendara terutama para orang tua. Sebab tak sedikit pengendara yang ada di jalanan adalah anak-anak sekolah, bahkan sekolah dasar. “Masih kecil sudah dibelikan motor. Dan mereka ini kadang keliaran di jalan sementara orang tuanya gak tau. Bukan tidka boleh tapi belum waktunya. Nah ini harus diedukasi lagi,” jelasnya.
Obrolan yang dibahas Gubernur-Menhub dan para biker itu tak hanya soal berkendara di jalan, tapi juga meluas hingga masalah gerandong di sejumlah daerah juga LRT dan banjir serta berita hoax.
“Kalau soal gerandong atau begal itu sudah diatasi semua denga pihak Kepolisian. Nah untuk LRT saya minta betul masyarakat biasa memanfaatkannya. Biar lebih mudah nanti saya akan tambah katong parkir dan perbanyak bus fedeer di sekitar stasiun,” jelasnya.
Demikian halnya dengan Hoax, menurut Gubernur sebagai manusia yang dikarunia akal ia meminta masyadakat lebih cerdas dan bijak menggunakan medsos. Jika menerima suatu informasi harus ditelaah dulu kebenarannya jangan langsung disebarkan lagi. “Hoax itu kan artinya bohong, tidak benar. Makanya jangan diteruskan. Harus hati-hati, menerima informasi, buat status juga karena ada UU ITE,” papar dia.
Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa untuk menjadi pengendara yang baik syaratnya sangat sederhana dan mudah. Karena berkendara ini merupakan kegitan sehari-hari dan juga hobi.
“Mereka ini kita ajak duduk bersama agar merasa menjadi bagian dari jadi bagian dari kita. Setelah menjadi bagian kita baru kita ajak bicara yang umum setelah itu kita beritahu mana yang seharusnya. Untuk menjadi pengendara yang baik itu tidak terlalu complicated,” jelas Budi.
Selain punya motor, pengendara yang baik lanjut Budi harusnya juga memiliki nomor kendaraan, bisa bermotor dengan baik, memakai helm dan tidak boleh ngebut. “Ini hal-hal yang sederhana tapi karena kadang karena cuma bisa ikutan bisa gagahan jadi lupa. Nah kalau mereka ini sudah jadi komunitas pasti mereka konsen, dan jadi kebanggaan satu komunitas apabila ikuti peraturan. Makanya dalam kegiatan ini saya khusus ikut naik motor, memberikan helm biar menjadi catatan apa yang harus mereka lakukan,” tegas Menhub.
Kegiatan itu kemarin tak hanya diisi dengan City Riding, dan custom painting tapi juga music perfomance dan bagi-bagi helm untuk peserta yang bisa menjawab pertanyaan. Bahkan usai berdialog Menhub dan orang nomor satu di Sumsel Herman Deru kembali melanjutkan berkendara ke Rumah Dinas Walikota Palembang yang tak jauh dari lokasi untuk menghadiri acara Nikah Massal yang digelar Pemkot Palembang. (kbs)



