- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Bom Air dari Udara Dihentikan, Pemadaman Titik Api Lewat Darat
MUARA ENIM, SIMBUR – Tim Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran lahan terjadi di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Minggu (30/9).
Tim satgas anti karhutla ini dipaksa menyerbu api via jalur darat. Upaya itu menyusul berhentinya pemadaman via udara melalui helikopter waterbombing operasional BNPB di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim, Tasman mengatakan,
kebakaran lahan terjadi didaerah gambut yang terletak di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang Muara Enim. “Mendapat informasi tersebut, Tim Satgas BPBD Muara Enim langsung segera mendatangi lokasi titik hotspot. Proses pemadaman karhutla ini juga disaksikan langsung Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani,”ujar Tasman.
Meski begitu, Tasman menuturkan jalannya proses pemadaman yang dilakukan tim satgas cukup berat. Personel kesulitan menjangkau titik api karena terkendala jalur akses ke lokasi hot spot. “Lokasi titik hot spot lumayan sulit dijangkau oleh personel kami, ini memang menjadi kendala pemadaman via darat,”ungkapnya.
Menurutnya, proses pemadaman via darat menjadi pilihan satu-satunya menyusul berhentinya pemadaman via udara melalui Helikopter waterbombing operasional BNPB diwilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan diwilayahnya masing-masing menuntut ekstra kerja keras. “Opersional helikopter waterbombing dihentikan per hari ini, upaya pemadaman via darat sedang dievaluasi BNPB. Kami belum tau kendalanya seperti apa, tapi mungkin saja disebabkan faktor anggaran,” pungkasnya.
Tasman menyebut belum tau kapan pelaksanana pemadaman via darat kembali dilaksanakan. Namun untuk saat ini, pihaknya akan tetap berupaya keras memedamkan titip api dengan mengerahkan seluruh peralatan dan personel, serta dibantu OPD terkait lainnya. “Sejumlah dinas seperti pertanian, perkebunan dan Sat Pol PP ikut dikerahkan Satgas. Tim akan tetap berupaya memadamkan hospot melalui jalur darat sampai ada informasi baru BNPB,”terangnya.
Sejauh ini, Tasman menyebut, Kabupaten Muara Enim masih tetap bersiaga bencana karhutla karena masih menjadi daerah penyumbang hotspot di Provinsi Sumatera Selatan.”Berdasarkan data kami miliki, sebaran hotspot di Kabupaten Muara Enim per 30 September terdapat 2 titik, di desa Putak Kecamatan Gelumbang dan desa Arisan Musi Timur Kecamatan Muara Belida,”tutupnya. (dpt)



