- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Ketua KPU Palembang Puji Pers Tidak Memicu Situasi Jadi Panas
# Diwarnai Walk Out, Harno-Fitri Menang Pilkada Palembang
# Suara HDMY Melambung
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang menggelar rapat pleno penghitungan suara pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, Walikota dan Wakil Walikota Palembang. Dilanjutkan rapat pleno Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. Rapat pleno digelar sejak Rabu, (4/7) sekitar pukul 09.00 Wib di lantai 3 gedung KPU Palembang.
Rapat pleno ini digelar secara terbuka yang dihadiri masing-masing PPK dari tiap kecamatan, para saksi, panwaslu, perwakilan tim dari paslon. Pleno dikawal ketat dari aparat TNI dan Polri. Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara mencakup 18 kecamatan yang ada.
Ketua KPU Kota Palembang Syaripuddin memastikan situasi rapat pleno aman dan kondusif. Bahkan, dia memuji awak media yang mengikuti jalannya sidang. “Pers juga bagus, tidak memicu panas sehingga lancar kondusif,” ungkapnya.
KPU sempat memutuskan sidang dipending untuk istirahat, salat makan pada pukul 17.56 WIB. Pleno kembali berlanjut pada pukul 19. 30 Wib. Pantauan di lokasi, sempat terjadi opsi yang menyatakan walkout (WO) dari saksi paslon. Menyikapi itu, Syaripuddin mengatakan, aksi walkout saksi itu merupakan hak mereka.
“Asalkan tidak mengganggu jalannya persidangan. Mereka sudah mengetahui di rapat ini maupun di surat tertulis dimana-mana, baik itu ke panwas, KPP sudah mereka sampaikan. Jadi memang penghitungan mereka. Mereka sudah menyampaikan unek-unek karena sudah mengetahui isi dari saksi-saksi,” ungkapnya.
Ditegaskannya, rapat pleno kali ini tidak akan mengubah keputusan yang diprotes saksi. “Nah yang di sini tidak akan mengubah suara itu. Akan tetapi itu hak mereka. Dalam aturan di KPU mereka ada atau tidak kami tetap jalan. Jadi tidak menghalangi pelaksanaan rekap,” ungkapnya.
Hasil rekapitulasi suara KPU Kota Palembang dimenangkan paslon no urut 1 yakni Harnojoyo-Fitrianti Agustinda dengan perolehan 351.240 suara (46,40 persen). Sedangkan urutan kedua diraih pasangan Sarimuda-Rozak memperoleh 286.027 suara (37,78 persen).
Urutan ketiga diraih paslon Mularis Zahri-Syaidina Ali yang memperoleh 90.968 suara (12,01 persen). Terakhir, paslon independen Akbar Alvaro-Hernoe Roesproedjaji memperoleh suara paling sedikit, yakni 28.921 suara (3,82 persen). Diketahui, jumlah suara sah 757.165, sedangkan suara tidak sah 25.559. Jumlah suara sah dan tidak sah 782.715.
Sementara itu, setelah gelar pleno pilkada walikota dan wakil walikota Palembang, KPU Palembang melanjutkan pleno pilkada gubernur dan wakil gubernur Sumsel. Hasil pleno KPU Kota Palembang, Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel dimenangkan paslon Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) dengan perolehan sekitar 293.980 suara.
Posisi kedua diraih paslon Dodi Reza – Giri Rahmanda dengan 207.069 suara. Posisi ketiga diraih paslon Ishak Mekki – Yudha Pratomo dengan 157.025 suara. Terakhir paslon Gubernur Aswari Rivai – Irwansyah dengan perolehan 92.596 suara. Diketahui, suara yang masuk sebanyak 782.992 suara. Suara sah sebanyak 750.670 dan suara tidak sah sebanyak 32.322. (cjs01)



