Ribuan Umat Islam Mancanegara Ziarah Kubra di Palembang

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Setiap tahun warga Palembang melakukan kegiatan ziarah kubra menjelang bulan Ramdan. Begitupun dengan tahun ini, ziarah kubra ke makam aulia dan ulama ini pun berlangsung di kampung Sei Bayas Kelurahan 8 Ilir, pada hari Minggu (6/5).

Kegiatan itu pun bermula dari pukul 6 hingga  8 pagi, ribuan umat para peziarah mengikuti Haul  Habib Abdullah bin Idrus Shahab dan Habib Abdurrahman bin Hamid menuju makam Habib Pangeran Syarif Ali BSA di Kawah Tekurep dan Kambang Koci yang dimulai pada pukul 08.15

Musik gambus marawis pun mulai berirama pada acara kirab kubra yang dilakukan di kampung Sei Bayas.  Saat melakukan ziarah kubra, ribuan umat muslim pun beriringan mengucapkan selawat yang tak henti hentinya selama acara berlangsung.

Seperti Irwan (30) salah satu umat muslim yang mengkuti ziarah kubro setiap tahunnya ini menyatakan bahwa tujuan ia mengikuti kegiatan ini untuk berziarah saja.  “Setiap tahun ikut kegiatan ini. Tujuannya  murni untuk ziarah aja, gak ada niat lain,” tuturnya.

Ziarah kubra yang dilakukan setiap tahun sekali menjelang Ramdan ini selalu diikuti ribuan umat Islam. Terlihat dalam kegiatan tahun ini pun disambut antusias oleh umat Islam. Bukan hanya dari Palembang tapi juga diikuti umat Islam dari mancanegara. Bersama ulama dan habib dari seluruh Indonesia mereka menggunakan pakaian putih panjang dalam acara tersebut. Kegiatan ini pun ditutup dengan wisata Bahari sekaligus berziarah ke makam Kiai Muara Ogan pada pukul 16.00 sore hingga pukul 19.00 malam.

Komandan Kodim (Dandim) 0418/Palembang, Letkol Inf Honi Havana MMDS pun terlihat menghadiri  acara Haul dan Ziarah Kubra Ulama dan Auliya Palembang Darussalam. “Sungguh merupakan kehormatan, saya diundang hadir dalam acara haul akbar ini. Dengan begitu, saya dapat bersilaturahmi dengan para ulama. Dengan harapan, akan mendapatkan rahmat dari Allah swt,” ungkap Dandim.

Salah satu ajaran para ulama yang sampai saat ini tetap lestari dan masih berlangsung karena merupakan tradisi baik adalah mencoba mengenang dan mengingat jasanya dengan menggelar haul. Haul adalah kegiatan bernuansa agama yang digelar saat hari wafatnya ulama dimaksud dengan tujuan untuk mengenang jasa selama hidup. “Inilah bedanya ulama dengan Nabi. Ulama dikenal saat wafatnya, Nabi Muhammad pada hari lahirnya,” terangnya.

Selain berseragam putih, ada pula yang sengaja membawa atribut berupa payung pada zaman Kesultanan dan bendera dengan tulisan Arab. Ribuan umat muslim yang hadir, bukan saja dari Kota Palembang maupun wilayah Sumsel, bahkan ada yang dari berbagai negra seperti Singapura, Brunei Darussalam, Yaman, Malaysia hingga Arab Saudi.

“Ada puluhan ribuan umat muslim datang ke Palembang untuk ikut dalam Haul dan Ziarah Kubra tahun ini. Mereka tidak hanya dari Palembang dan Sumsel saja, tapi juga ada dari mancanegara,” kata Humas Haul dan Ziarah Kubra, Habib Mahdi.
Ziarah Kubra tidak hanya dipusatkan di Makam Kesultanan Palembang Darussalam di Kawah Tengkurep saja, tetapi ada juga ke beberapa lokasi wisata religi di Telaga Sewidak 14 Ulu dan Makam Ki Marogan.

Dikatakan Habib Mahdi, umat muslim yang datang tidak hanya untuk ziarah, ada yang sengaja datang untuk bersilaturahmi dengan keluarga di Kota Palembang mengingat bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari.

“Ya biasanya mereka silaturahmi juga dengan keluarga yang ada disini, dengan para ulama karena mereka sudah tinggal di luar negeri. Jadi kegiatan Ziarah Kubro ini sebenarnya kegiatan rutin jelang bulan suci Ramadan,” kata Mahdi.(sri)