- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Terkendala Server, UNBK Tetap Lancar
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di beberapa sekolah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sempat tertunda beberapa saat. Pasalnya, terjadi gangguan koneksi saat hendak men-download soal.
“Iya memang sempat terjadi, dan ini saat kami koordinasi dengan tempat lain ternyata sama. Ini memang dari pusat seperti itu, sehingga pada sesi pertama tadi sempat ada penundaan sekitar setengah jam ujiannya,” ungkap Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan OKI saat dikonfirmasi, Senin (23/4).
Menurut Dedi, ujian bisa dilakukan secara offline asalkan soal-soal sudah terdownload. “Itu nanti dikoneksikan dengan servernya, jadi yang lebih penting itu saat download soal dan mengirimkan hasil,” ujarnya.
Menurutnya, selain terjadinya gangguan pada jaringan tadi, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di OKI berjalan lancar. “Termasuk yang ujian berbasis kertas, tidak ada laporan. Untuk listrik sudah berkoordinasi dengan pihak PLN, tapi untuk sekolah yang menggelar UNBK itu sudah diimbau untuk menyiapkan mesin genset,” jelas Dedi.
Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kayuagung, Hj Ning Ayu SPd mengatakan, sekolah menjadi salah satu sekolah yang terkena imbas dari gangguan pada jaringan tersebut, sehingga menyebabkan ujian harus ditunda sekitar 30 menit. “Selanjutnya alhamdulillah lancar, dan tadi sempat ada tim dari LPMP untuk menanyakan terkait gangguan ini,” ungkapnya.
Karena tahun ini merupakan tahun kedua untuk sekolahnya menggelar UNBK, menurut Ning Ayu pihaknya telah melakukan evaluasi agar kendala-kendala yang mungkin terjadi bisa teratasi. “Untuk melengkapi komputer karena ada beberapa sekolah yang menginduk, jadi ada tambahan laptop dari siswa serta laptop cadangan lain selain 35 unit komputer yang disediakan,” ujarnya seraya mengharapkan, agar pelaksanaan UNBK maupun ujian yang berbasis kertas pensil agar berjalan tanpa kendala. (yrl)



