- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Siapkan Pos Pantau, Antisipasi Karhutla
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diprediksi akan mengalami cuaca yang cukup panas atau kemarau pada akhir Maret hingga Oktober mendatang. Salah satu yang menjadi kekhawatiran dan selalu diantisipasi saat memasuki musim kemarau adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabupaten OKI yang pada tahun 2015 lalu sempat menjadi penyumbang asap tidak menginginkan hal tersebut kembali terulang. Untuk mengantisipasi dan memastikan hal tesebut tidak terulang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, bersama dengan TNI, Polri dan Manggala Agni serta BPBD menggelar patroli ke sejumlah perusahaan dan desa di Kawasan Bumi Bende Seguguk ini menggunakan motor trail, Selasa (6/3).
Plt Bupati OKI, H M Rifa’i SE menjelaskan, dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengimbau agar para perusahaan dapat membangun pos pantau di desa-desa yang dianggap rawan terjadi karhutbunla. “Selain menyediakan pos pantau, tentunya sarana juga harus disiapkan. Hari ini yang dipantau dua perusahaan, dan kegiatan serupa juga akan dilakukan ke sejumlah perusahaan lainnya,” ungkap Rifa’i.
Dari hasil pemeriksaan, lanjut Rifa’i, dua perusahaan tersebut sudah menyiapkan upaya untuk mengantisipasi Karhutla bukan hanya sosialisasi kepada masyarakat saja, tapi sarana dan prasarana seperti kanal bloking dan petugas pemadam juga harus sudah siap. “Apalagi tahun ini akan dihelat Asian Games di Sumatera Selatan, sehingga semaksimal mungkin hal ini jangan sampai terjadi,” tegasnya.
Kapolres OKI, AKBP Ade Harianto SH MH menambahkan, patroli sinergitas yang dilakukan ini sebagai antisipasi dini dalam pencegahan Karhutbunla. “Disamping untuk melihat kesiapan dari perusahaan perkebunan untuk mengantisipasi karhutla itu sendiri sehingga tidak terjadi kebakaran,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, General Manager (GM) PT Waringin Agro Jaya (WAJ), Darmuji mengatakan, selama dua tahun terakhir wilayah yang dianggap rawan kebakaran seperti di Desa Jungkal cukup bisa diatasi. “Perusahaan ini masuk wilayah tujuh desa, dan kami sudah melakukan perbaikan kanal, dan parit untuk penyimpanan air guna mengantisipasi terjadi kebakaran,” terangnya.
Nanti, lanjut Darmuji, saat musim kemarau pihaknya akan menempatkan petugas piket untuk memantau wilayah perkebunan sebagai salah satu langkah yang diambil untuk mengantisipasi karhutbunla. (yrl)



