Tambah Pemilihan Duta Anti-Narkoba
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Sebanyak 30 pasang putra-putri terbaik Ogan Komering Ilir (OKI), atau yang dikenal dengan sebutan bujang-gadis beraksi memikat hati para juri. Tujuannya agar berhasil terpilih sebagai peserta grand final pemilihan Bujang Gadis Bende Seguguk (BGBS) 2018. Para peserta yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten OKI ini menunjukkan performa terbaiknya dalam tahapan penilaian yang dilakukan di Gedung Olahraga (GOR) Biduk Kajang OKI, Sabtu (3/3).
Menurut Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) OKI, Ir Ifna Nurlela, hal yang menjadi pembeda antara ajang pemilihan bujang gadis sebelumnya yakni adanya pemilihan duta anti-narkoba. “Jadi selain memilih duta budaya dan pariwisata, juga akan dipilih duta anti narkoba. Sehingga diharapkan nanti mereka ini akan mampu membantu mensosialisasikan, bahaya dari penyalahgunaan narkoba,” jelas Ifna.
Dari 30 pasang ini, selanjutnya akan dikerucutkan kembali menjadi 15 pasang untuk berjuang dalam grand final, pada Jumat (9/3) mendatang, GOR Biduk Kajang. “Yang mendaftar kemarin cukup banyak, ada 107 pendaftar. Dan dijaring oleh panitia menjadi 30 pasang, yang mengikuti seleksi selama dua hari ini,” ungkap Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) OKI, Ir Ifna Nurlela disela waktu seleksi peserta.
Dalam tahapan seleksi ini, lanjut Ifna, ada beberapa aspek yang dinilai selain dari penampilan, yaitu pengetahuan umum, kemampuan berbahasa Inggris, keterampilan, hingga etika. “Jadi saat mereka (para peserta) menampilkan kemampuan masing-masing itu semuanya dinilai,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya memaparkan, setelah terpilih para finalis akan dikumpilkan di karantina selama tiga hari, dan akan mendapatkan berbagai pembekalan mulai dari pengetahuan umum, pariwisata, budaya, serta tentang pola kehidupan lainnya. “Diajarkan nanti bagaimana cara berjalan saat dipanggung, dan lainnya. Nanti selain dari 15 pasang finalis, akan ditunjuk pula satu pasangan untuk menjadi duta anti narkoba,” paparnya.
Sementara itu, salah seorang peserta yang masih berstatus siswi Sekolah Menengah Atas (SMA), Yunita Rohali mengungkapkan, mengikuti ajang seperti pemilihan bujang gadis ini dapat memberikan banyak manfaat. “Ya selain menambah teman dari berbagai daerah dan sekolah di OKI, juga tentunya menambah pengalaman dan melatih diri untuk berani tampil di hadapan publik,” ungkapnya. (yrl)



