- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Arus Mudik Meningkat, Angka Kecelakaan Turun
PALEMBANG, SIMBUR — Arus mudik Lebaran 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025. Meski terjadi lonjakan pergerakan masyarakat, pelaksanaan mudik dinilai tetap berjalan dengan baik dan terkendali. Hal itu diungkap Kapolri saat video conference Sistem Keamanan dan Ketertiban Lingkungan pada malam takbiran menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3).
Ia juga mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pemudik tidak diikuti dengan kenaikan angka kecelakaan lalu lintas. Sebaliknya, angka kecelakaan justru mengalami penurunan, yang menunjukkan keberhasilan pengamanan dan pelayanan seluruh pihak terkait.
“Ini menjadi keberhasilan bersama, seluruh stakeholder yang terlibat, baik dari TNI, Polri, kementerian, hingga pemerintah daerah yang bekerja secara sinergis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolri.
Menurutnya, pengamanan mudik bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya besar negara untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman. Pengamanan tersebut juga mencakup aktivitas masyarakat di berbagai daerah, termasuk kunjungan ke tempat wisata dan pusat keramaian.
Meski demikian, Kapolri mengakui masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dievaluasi, salah satunya kemacetan yang sempat terjadi di jalur penyeberangan, khususnya di kawasan Gilimanuk. Hal tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama untuk mengantisipasi arus balik Lebaran.
Selain itu, ia juga menyoroti kendala pada sistem pembayaran tol, terutama terkait saldo kartu elektronik pengguna jalan yang tidak mencukupi. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat kelancaran arus lalu lintas di gerbang tol.
Untuk itu, masyarakat diimbau memastikan saldo kartu tol dalam kondisi cukup sebelum melakukan perjalanan, khususnya saat arus balik Lebaran. Dengan sinergi seluruh pihak, diharapkan arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Gubernur Sumatera Selatan Dr. H Herman Deru menghadiri menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama seluruh stakeholder telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Fokus utama pemerintah daerah, kata dia, adalah memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
Ia menyebutkan, sekitar 3,87 juta pemudik diprediksi akan melintasi wilayah Sumatera Selatan pada Lebaran tahun ini. “Sampai sekarang kita bersama Polda dan TNI terus memantau pergerakan kendaraan. Alhamdulillah, situasinya aman dan terkendali,” ujar Herman Deru.
Selain pengamanan arus mudik, Herman Deru juga menaruh perhatian serius terhadap potensi bencana, khususnya daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan wilayah-wilayah rawan di Sumsel telah dipetakan, terutama menjelang datangnya fenomena El Nino.
“Kami juga mengantisipasi dampak El Nino, termasuk potensi karhutla. Daerah rawan sudah kita petakan dan menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Sementara itu, kegiatan video conference diawali dengan laporan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah kemacetan di titik-titik rawan.
Menurutnya, arus lalu lintas di jalan tol secara umum masih aman dan terkendali. Selain itu, rekayasa lalu lintas juga telah diterapkan, termasuk sistem buka-tutup di sejumlah titik tertentu.
Pantau Keamanan Malam Takbiran
Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., melakukan pengawasan langsung terhadap situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) pada malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam (20/03/2026) ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan kemenangan umat Muslim berjalan dengan aman, damai, dan kondusif.
Kehadiran Pangdam dalam pemantauan ini didampingi oleh sejumlah pejabat teras jajaran Kodam II/Sriwijaya. Di antaranya adalah Asintel Kasdam, Asops Kasdam, Danpomdam, serta Dandeninteldam II/Sriwijaya. Hal ini menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung stabilitas keamanan wilayah selama masa mudik dan perayaan hari besar keagamaan.
Kegiatan pengawasan ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dan Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho. Turut hadir Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Andie Dinialdie, beserta jajaran Forkopimda lainnya, menegaskan soliditas lintas instansi dalam menjaga kenyamanan masyarakat.
Sebagai bagian dari koordinasi nasional, Pangdam bersama rombongan Forkopimda mengikuti kegiatan Zoom Meeting terpusat Panglima TNI, Kapolri dan instansi terkait lainnya. Rapat koordinasi virtual ini dilakukan untuk melaporkan situasi terkini di daerah serta mendengarkan arahan langsung dari pusat mengenai strategi pengamanan di titik-titik rawan secara nasional.
Lokasi pusat pemantauan dan rapat koordinasi tersebut di gelar di Halaman Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Pemilihan lokasi ini memudahkan para pimpinan daerah untuk segera merespons jika terjadi dinamika di lapangan, mengingat area tersebut merupakan salah satu titik pusat pergerakan masyarakat di Kota Palembang pada malam lebaran.
Secara keseluruhan, pemantauan malam takbiran tahun 2026 ini menunjukkan hasil yang positif dengan situasi yang terpantau aman dan terkendali. Pangdam II/Sriwijaya bersama unsur Forkopimda terus mengimbau masyarakat untuk merayakan Idul Fitri dengan penuh khidmat tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan ketertiban umum di lingkungan masing-masing.(red)



