- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Kementerian Pertahanan Verifikasi Batas Cagar Budaya Benteng Kuto Besak Palembang
PALEMBANG, SIMBUR – Tim Peneliti dan Verifikasi dari Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Ditjen Kuathan Kemhan RI) melaksanakan verifikasi penting terhadap batas-batas Cagar Budaya Benteng Kuto Besak (BKB) di Kelurahan 19 Ilir, Kota Palembang, Rabu (25/02). Langkah ini diambil untuk memastikan pelestarian nilai sejarah sekaligus menata aset pertahanan negara yang berada di kawasan strategis tersebut.
Tim Ditjen Kuathan Kemhan RI dipimpin langsung oleh Kasubdit Tanah dan Bangunan Dit Fasjas, Kolonel Czi Iim Nurohim, dengan didampingi jajaran staf lintas bidang. Kehadiran tim pusat ini juga didukung penuh oleh Asintel Kasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Yogi Muhamanto, S.H., beserta Staf dan Balak terkait dari Kodam II/Sriwijaya untuk memastikan koordinasi kewilayahan berjalan optimal.
Kegiatan verifikasi ini tidak hanya melibatkan unsur militer, tetapi juga menggandeng Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Kebudayaan RI serta Balai Pelestarian Kebudayaan. Sinergi lintas kementerian ini difokuskan pada peninjauan Situs Cagar Budaya Benteng Kuto Besak dan keberadaan RS AK Gani yang secara historis maupun fungsional berada dalam satu kawasan yang saling berkaitan.
Rangkaian kegiatan diawali di Aula Rumkit Tk II AK Gani melalui paparan mendalam oleh Kolonel Ckm Dr. dr. Nirwan Arief, Sp.M., M.H.Kes., M.A.R.S. Dalam paparannya, ia menjelaskan pengembangan fasilitas rumah sakit, yakni pembangunan gedung tujuh lantai yang akan difungsikan sebagai Poliklinik Terpadu, pusat Medical Check-Up (MCU), dan ruang Rawat Inap Eksekutif.
Acara ditutup dengan dialog interaktif dan peninjauan langsung ke titik-titik lokasi batas cagar budaya. Verifikasi lapangan ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik agar pengembangan fasilitas kesehatan modern bagi prajurit dan masyarakat tetap sejalan dengan kaidah pelestarian warisan budaya bangsa yang ada di Benteng Kuto Besak.
Terima Audiensi Tim Kemhan RI dan Tim Pokja Sahli Kasad
Sebelumnya, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., menerima audiensi Tim Peneliti dan Verifikasi dari Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Ditjen Kuathan Kemhan RI) di Ruang Audiensi Pangdam II/Sriwijaya, Rabu (25/02). Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam koordinasi antara Kodam II/Sriwijaya dengan Kemhan RI terkait pengelolaan aset negara di wilayah teritorial Kodam II/Sriwijaya.
Kunjungan kerja ini, bertujuan untuk melakukan verifikasi mendalam mengenai permohonan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan TNI AD. Selain itu, agenda utama lainnya adalah melakukan sinkronisasi serta verifikasi batas-batas Cagar Budaya Benteng Kuto Besak (BKB). Langkah ini diambil guna memastikan bahwa pengembangan atau pemanfaatan lahan di masa depan tetap selaras dengan upaya pelestarian nilai sejarah dan budaya yang melekat pada benteng peninggalan Kesultanan Palembang tersebut.
Tim Ditjen Kuathan Kemhan RI dipimpin oleh Kasubdit Tanah dan Bangunan Dit Fasjas, Kolonel Czi Iim Nurohim, didampingi oleh APN Ahli Madya Set Silvia Anugrahwati, S.E., M.M., serta Kasi Tanah dan Bangunan Matra Darat Dit Fasjas, Letkol Czi Susilo, H.P.
Turut hadir dalam rombongan tersebut sejumlah staf Kemhan RI dari berbagai bidang, antara lain Auditor Madya Itjen Kolonel Inf Rudi Jan Pribadi, S.E., Analisis Kebijakan Madya Bidang Bankum Rokum Setjen Letkol Laut (H) Baginda, H.N., S.H., serta Kasubbit 1B Bit 1 PTB Pus BMN Baloghan Letkol Czi Yusuf Fadli, S.T. Hal ini, menunjukkan komitmen serius kementerian dalam mengawal aspek hukum, pengawasan, dan logistik terkait aset pertahanan negara.
Pangdam II/Sriwijaya menyambut baik inisiatif verifikasi ini dan menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendukung kelancaran proses penelitian di lapangan. Diharapkan, melalui audiensi ini, tercipta kejelasan status hukum dan fisik atas lahan BMN, khususnya pada kawasan strategis Benteng Kuto Besak. “Potensi konflik pemanfaatan lahan dapat dimitigasi demi kepentingan pertahanan dan pelestarian sejarah nasional,” harapnya.
Bahas Kajian Ekonomi dan Kesra
Sebelumnya, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., menerima audiensi dari Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kajian Staf Ahli (Sahli) Kasad Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Triwulan I TA 2026. Pertemuan ini berlangsung di Gedung Gatot Subroto, Makodam II/Sriwijaya Palembang, Selasa (24/02).
Dalam sambutannya, Pangdam II/Sriwijaya menyambut hangat kedatangan rombongan dan menyatakan kesiapan jajaran Kodam II/Sriwijaya untuk mendukung kelancaran kajian tersebut. Audiensi ini menjadi wadah koordinasi penting dalam mengumpulkan data serta menyelaraskan perspektif terkait kondisi ekonomi dan kesejahteraan guna mendukung kebijakan pimpinan TNI AD.
Kegiatan audiensi ini diakhiri dengan diskusi interaktif mengenai berbagai variabel kajian yang akan diambil selama Triwulan I tahun 2026. Melalui kajian ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan solutif bagi peningkatan kesejahteraan prajurit serta penguatan ketahanan ekonomi nasional di wilayah teritorial Kodam II/Sriwijaya.
Turut hadir mendampingi Pangdam dalam kegiatan tersebut antara lain, Kasdam II/Swj Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., M.M., Irdam Brigjen TNI M. Fachmi Rizal Nasution, Kapok Sahli Pangdam Brigjen TNI Junaidi M., S.Sos., M.Si., serta jajaran Pamen Ahli dan Perwira Staf Umum Makodam II/Sriwijaya. Hal ini, menunjukkan komitmen Kodam II/Sriwijaya dalam menyukseskan program kerja yang dicanangkan oleh Mabesad.
Sementara itu, delegasi Tim Pokja Sahli Kasad dipimpin langsung oleh Pa Sahli Tk. III Kasad Bid. Ekonomi dan Kesra, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., selaku Penanggung Jawab. Beliau didampingi oleh Brigjen TNI Hari Rahardjanto, S.Sos. (Ketua Pokja), Brigjen TNI Heri Rustandi (Wakil Ketua Pokja), serta sekretaris tim Kolonel Inf Hadi Purwo Subroto, S.A.B., M.M., dan anggota tim Kolonel Inf Jeffry Antonius Bojoh, S.I.P.(rel)



