- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Sadarkan 6,5 Juta ASN untuk Olahraga, Tingkatkan Pelayanan Publik
JAKARTA, SIMBUR – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Wamenpora), Taufik Hidayat, mengapresiasi inisiatif Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan bersama jajarannya untuk membangun budaya olahraga di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Taufik menilai langkah BKN yang menginisiasi kolaborasi lintas instansi ini sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kesadaran pegawai ASN terhadap pentingnya olahraga dan pola hidup sehat.
Terkait inisiatif tersebut, Taufik menyatakan bahwa Kemenpora siap mendukung program-program yang bertujuan mengintegrasikan aktivitas olahraga ke dalam keseharian ASN. “Kami mengapresiasi inisiatif dari BKN. Fokusnya adalah bagaimana meningkatkan budaya olahraga bagi seluruh ASN. Ini sejalan dengan tugas Kemenpora dalam mendorong partisipasi olahraga masyarakat,” ujar Taufik, Rabu (4/2) di Gedung Kemenpora, Jakarta.
Sejalan dengan apa yang disampaikan Kepala BKN terkait budaya olahraga bagi ASN yang bisa dimulai dengan kegiatan sederhana, Taufik sebut kegiatannya bisa diterapkan secara luas, seperti jalan sehat, lari, dan bulu tangkis, baik di lingkungan instansi pusat maupun daerah. Menurutnya, kegiatan itu akan mudah diikuti oleh ASN dari berbagai latar belakang.
Selain membahas olahraga, Taufik juga menyampaikan bahwa Kemenpora terbuka untuk belajar dari BKN dalam hal pengelolaan birokrasi dan manajemen ASN. Ia menilai pengalaman dan kebijakan BKN dapat menjadi referensi dalam upaya peningkatan tata kelola organisasi di lingkungan Kemenpora.
Melalui pertemuan ini, Kemenpora dan BKN sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam mendukung ASN yang sehat, produktif, dan mampu menjalankan tugas pemerintahan secara optimal.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Zudan menegaskan bahwa pembangunan budaya olahraga merupakan bagian dari kebutuhan bagi para ASN. Dengan jumlah ASN yang mencapai sekitar 6,5 juta di seluruh Indonesia, diperlukan dorongan bersama agar olahraga menjadi bagian dari rutinitas kerja ASN, baik di instansi pusat maupun daerah.
“Kami datang ke Kemenpora untuk membangun kerja sama dalam mendorong budaya olahraga di kalangan ASN. Ini penting karena ASN yang sehat akan lebih produktif, lebih fokus, dan mampu menjalankan tugas pelayanan publik dengan lebih baik,” ujar Prof. Zudan.
Upaya membangun budaya olahraga ini, jelas Prof. Zudan, sejalan dengan penguatan birokrasi yang profesional. ASN yang memiliki kondisi fisik dan mental yang baik akan mendukung terwujudnya birokrasi yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Dalam hal ini, Prof. Zudan sebut kegiatan olahraga yang didorong tidak harus bersifat kompleks, tetapi dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang mudah dilakukan bersama, seperti jalan sehat, lari, maupun olahraga rekreasional lainnya. Menurutnya, budaya hidup sehat melalui olahraga harus dibangun secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari penguatan manajemen ASN.
Prof. Zudan sendiri hadir bersama sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya di BKN, diantaranya yakni Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN, Dr. Herman; Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN, Dr. Rahman Hadi; dan Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Manajemen ASN, Dr. Hardianawati.(rel)



