- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Kodim OKI dan OKU Bangun Jembatan Gantung untuk Konektivitas Warga
PALEMBANG, SIMBUR – Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/OKI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Saat ini, jajarannya tengah memfokuskan pengerjaan dua jembatan gantung, yakni di Desa Embacang, Kecamatan Mesuji Raya, dan Desa Kuala Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan. Langkah ini diambil guna mempermudah akses mobilitas masyarakat serta meningkatkan denyut nadi perekonomian lokal._
Pembangunan jembatan pertama berlokasi di Sungai Dabuk, Desa Embacang, yang masuk dalam wilayah teritorial Koramil 402-09/Mesuji. Jembatan gantung ini direncanakan memiliki panjang mencapai sekitar 100 meter dengan lebar sekitar 2 meter untuk melintasi sungai selebar sekitar 30 meter. Jembatan ini sangat dinantikan warga setempat mengingat perannya sebagai jalur penghubung vital yang selama ini terbatas oleh kondisi geografis.
Hingga tanggal 2 Februari 2026, progres fisik pembangunan Jembatan Sungai Dabuk telah mencapai realisasi sebesar 12,00 persen. Tim di lapangan saat ini tengah melakukan serangkaian pekerjaan teknis, mulai dari perakitan ponton menggunakan drum hingga pembuatan rangka besi untuk tiang pylon dan tiang peneguh. Selain itu, proses pabrikasi jembatan serta pembuatan begesting untuk tiang tambatan terus dikebut agar selesai tepat waktu.
Sementara itu, proyek jembatan kedua terletak di Desa Kuala Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, di bawah pengawasan Koramil 402-11/Tulung Selapan. Jembatan ini memiliki spesifikasi yang cukup menantang dengan panjang sekitar 120 meter dan lebar ±1,5 meter, membentang di atas sungai dengan lebar yang juga mencapai sekitar 120 meter. Secara teknis, jembatan ini akan menjadi salah satu sarana penyeberangan terpanjang di wilayah tersebut.
Untuk perkembangan di Desa Kuala Dua Belas, realisasi pekerjaan saat ini tercatat berada di angka 10,5 persen. Fokus utama petugas di lapangan saat ini adalah pada tahap pabrikasi baja yang akan menjadi material utama struktur jembatan. Personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan sesuai dengan standar keamanan yang ditetapkan.
Dandim 0402/OKI, Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan kedua jembatan gantung ini merupakan bagian dari pengabdian TNI untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. “Percepatan infrastruktur ini merupakan upaya mempermudah akses daerah yang selama ini terhambat baik untuk akses pendidikan, kesehatan, dan perdagangan warga desa,” ujar Dandim.
Menutup keterangannya, Letkol Inf Gunawan Wibisono berharap agar cuaca dan kondisi lapangan terus mendukung sehingga kedua jembatan ini dapat segera rampung. Dirinya juga berpesan kepada seluruh personel yang bertugas agar tetap mengutamakan faktor keamanan dalam bekerja. Diharapkan infrastruktur ini mampu membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Ogan Komering Ilir.
Akses Strategis bagi Masyarakat
Sementara itu, pembangunan Jembatan Gantung Sungai Ogan di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), terus menunjukkan tren positif. Proyek yang berada di bawah wilayah teritorial Koramil 012/Baturaja Kodim 0403/OKU ini, diproyeksikan memperlancar akses bagi mobilitas warga sekitar.
Berdasarkan laporan terbaru per tanggal 2 Februari 2026, realisasi fisik pekerjaan telah mencapai angka 46,90 persen.Jembatan ini dirancang dengan spesifikasi teknis yang mumpuni guna memastikan keamanan dan ketahanan jangka panjang. Memiliki panjang bentang sekitar 100 meter dan lebar 2 meter, jembatan ini melintasi Sungai Ogan yang memiliki lebar kurang lebih 50 meter. Konstruksi ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh masyarakat yang selama ini bergantung pada akses memutar atau transportasi air yang terbatas.
Saat ini, tim di lapangan tengah fokus pada sejumlah pekerjaan yang menuntut ketelitian tinggi. Fokus utama meliputi pengelasan pabrikasi tiang pylon yang akan menjadi struktur penyangga utama jembatan gantung tersebut. Selain itu, para pekerja juga tengah menyelesaikan tahap pengecoran footplat sebagai kedudukan pylon serta pemasangan begisting footplat untuk memastikan kekuatan fondasi jembatan.
Dandim 0403/OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., dalam keterangannya menyampaikan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata kepedulian negara dalam memajukan infrastruktur pedesaan. Beliau menekankan bahwa kehadiran jembatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendukung akses pendidikan dan kesehatan bagi warga Desa Pusar dan sekitarnya.
Letkol Arh Yusuf Winarno juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal jalannya pembangunan agar selesai tepat waktu dengan kualitas yang sesuai standar. Beliau memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan pekerja di lapangan yang tetap bekerja keras di tengah tantangan cuaca dan teknis. “Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci sukses rampungnya jembatan ini,” ungkapnya.
Dengan progres yang hampir menyentuh angka 50 persen, optimisme menyelimuti warga Desa Pusar akan hadirnya akses yang lebih aman dan nyaman. Keberadaan jembatan gantung ini nantinya diyakini akan mendongkrak perekonomian lokal, memudahkan distribusi logistik dan aktifitas warga sekitar.(rel)



