Negara Hadir Atasi Banjir, Presiden Prabowo: Sumatera Sudah Mulai Membaik

Dari proses pembukaan jalur ini sudah ada 11 titik yang kini dapat dilalui oleh jenis kendaraan tertentu dengan kecepatan terbatas. Sisanya, hanya tinggal beberapa titik saja yang ditargetkan akan dapat pulih dalam waktu yang tak begitu lama.

Pihak PLN juga dapat lebih jauh menjangkau wilayah untuk pemulihan jaringan listrik, sehingga diharapkan dalam waktu dekat semua kehidupan masyarakat dapat berjalan seperti sedia kala. Segenap pihak terus berupaya membuka akses yang masih tertutup material longsor melalui kolaborasi secara terpadu. Jalur Tarutung-Sibolga dan Tarutung-Padang Sidempuan memang belum seluruhnya dapat ditembus, namun tim di lapangan tak henti berupaya memulihkan akses agar segenap penanganan darurat dapat lebih dimaksimalkan.

Upaya pembukaan akses jalur yang tertutup ini menjadi salah satu prioritas dalam penanganan darurat sesuai arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. Dilakukan dengan mengerahkan lima helikopter dari BNPB dan TNI AD pengangkut logistik yang diterbangkan dari Bandara Sisingamangaraja XII, Silangit, menuju titik-titik yang belum terjangkau.

Di samping itu, BNPB juga mengerahkan prajurit darat dari TNI dan Polri untuk membawa bantuan logistik menembus titik longsor mencapai wilayah yang terisolasi dengan cara berjalan kaki. “Bergerak juga pasukan TNI membawa logistik dengan ransel di punggung untuk membantu masyarakat yang terjebak di jalur Tarutung menuju Sibolga dan wilayah lainnya. Tinggal ada beberapa desa yang mulai berangsur-angsur pulih,” pungkasnya.

Diketahui, dari portal resmi Pusdatin BNPB, jumlah korban keseluruhan akibat banjir Sumatera terus bertambah pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 21.00 WIB. Korban meninggal dunia 604 orang, 464 hilang, dan 2.600 orang terluka. Warga terdampak 1,5 juta orang dengan jumlah pengungsi 570,7 ribu orang.

Adapun rinciannya, di Aceh korban meninggal 156 orang, hilang 181 orang, luka-luka: 1.800 orang. Di Sumatera Utara, korban meninggal dunia 283 orang, hilang 169 orang, dan uka-luka 613 orang. Sementara, di Sumatera Barat, korban meninggal 165 orang, hilang 114 orang, dan luka-luka 112 orang. Dampak materil, rumah rusak berat 3.500 unit, rusak sedang: 4.100 unit, rusak ringan 20.500 unit. Jembatan rusak 271 unit dan
fasilitas pendidikan rusak 282 unit.(red)