- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Ajak 1.800 Pelajar Tanamkan Semangat Kebangsaan dan Bela Negara
PALEMBANG, SIMBUR – Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, didampingi Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad) Brigjen TNI Hengky Yuda Setiawan, memberikan arahan dan pembekalan motivasi kepada 1.800 siswa SMKN 2 Palembang, para Korp Kadet Republik Indonesia (KKRI), serta para Kepala Sekolah SMK Negeri se-Kota Palembang.
Kegiatan digelar di Aula SMKN 2 Palembang dengan suasana penuh semangat dan antusiasme. Dalam arahannya, Kabacadnas menekankan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral dan nasional sebagai pewaris masa depan bangsa.
“Kalian adalah calon-calon pemimpin bangsa. Indonesia masa depan berada di tangan kalian. Maka bangunlah karakter, integritas, disiplin, dan kecintaan kepada tanah air. Bermimpilah besar, namun sertai dengan usaha nyata dan kerja keras,” tegas Letjen TNI Gabriel Lema di hadapan para siswa.
Suasana semangat terlihat jelas, diiringi tepuk tangan dan yel-yel kebangsaan dari para siswa yang menyambut pesan Kabacadnas dengan antusias. Kepala SMKN 2 Palembang menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan dan arahan Kabacadnas yang dinilai memberi inspirasi kuat bagi para pelajar untuk membentuk karakter unggul dan nasionalis.
Badan Cadangan Nasional akan terus memperkuat pembinaan kesadaran bela negara di lingkungan pendidikan. Sebagai bagian dari pembangunan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Wujudkan Ketahanan Nasional Lewat Program Sekolah Rakyat
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya menyatakan dukungan penuh terhadap program bela negara yang digagas Kementerian Pertahanan RI melalui Badan Cadangan Nasional (Bacadnas). Hal itu mengemuka dalam kunjungan Kabacadnas Letjen TNI Gabriel Lema ke Makodam II/Sriwijaya, Jumat (25/10).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Gatot Subroto tersebut, Letjen Gabriel diterima langsung oleh Sekda Sumsel Dr. H. Edward Candra dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis. Pertemuan berlangsung penuh keakraban sekaligus menjadi forum strategis memperkuat sinergi pusat dan daerah.
Letjen TNI Gabriel Lema dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional melalui pembinaan bela negara. Bacadnas, menurutnya, memiliki tanggung jawab membentuk komponen cadangan dan membina kesadaran bela negara di kalangan masyarakat.
Ia menyebut bahwa salah satu fokus utama Bacadnas adalah mengembangkan program “Sekolah Rakyat” dan “Menjaga, Belajar, Gotong Royong (MBG)” sebagai bentuk nyata pendidikan karakter kebangsaan. “Kami ingin menumbuhkan semangat nasionalisme dan gotong royong sejak dini,” ujarnya.
Menurut Gabriel, Sumsel merupakan salah satu provinsi yang paling siap menjadi model nasional dalam implementasi program bela negara. Hal ini karena sinergi kuat antara Pemda, TNI, dan Polri serta situasi daerah yang kondusif dan minim konflik. “Sumsel adalah daerah zero konflik. Dukungan Pemda dan aparat sangat kuat. Ini menjadi modal besar untuk menjadikan Sumsel sebagai contoh nasional,” tambahnya.
Ia juga menegaskan komitmen Kemenhan untuk memastikan program-program bela negara menyentuh masyarakat di akar rumput. “Kami tidak ingin berhenti pada tataran konsep. Kami akan turun langsung memastikan implementasinya,” katanya.
Sekda Sumsel H. Edward Candra dalam kesempatan itu menyatakan apresiasi tinggi terhadap program Bacadnas. Menurutnya, apa yang dilakukan Kemenhan sejalan dengan visi Gubernur Sumsel dalam membentuk SDM unggul dan berkarakter.
“Program Presiden tentang penguatan SDM dan pemerataan pembangunan menjadi arah kebijakan kami. Program MBG di Sumsel sudah berjalan dengan dukungan lintas sektor,” jelas Edward.
Ia juga mengusulkan agar Sekolah Rakyat dapat diperluas hingga ke tingkat kabupaten dan kota. “Kami siap bekerja sama dalam pengembangan sekolah rakyat di Sumsel,” katanya.
Lebih lanjut, Edward menyebut Gubernur Herman Deru telah memiliki program pembinaan karakter bagi pelajar SMA melalui kegiatan retret, yang memiliki semangat sama dengan bela negara. “Semua diarahkan untuk membentuk generasi tangguh, berintegritas, dan cinta tanah air,” pungkasnya.(red)



