- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Banjir Kepung OKI, Seluas 443,25 Hektare Sawah Terendam Air
JAKARTA, SIMBUR – Banjir telah merendam sejumlah kawasan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Banjir disebabkan hujan dengan intensitas tinggi berurasi waktu cukup lama. Akibatnya, Sungai Komering meluap. Luapan sungai menyebabkan air masih merendam 10 desa yang berada di tiga kecamatan sejak 24 Februari lalu.
Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, peristiwa ini terjadi di Desa Tebing Suluh, Desa Sumber Makmur, Desa Kepayang dan Desa Mekar Jaya di Kecamatan Lempuing, Desa Rantau Durian, Desa Tanjung Sari 2, Desa Muktisari, Desa Lubuk Makmur dan Desa Sungai di Kecamatan Lempuing Jaya, Desa Muara Burnai 1 di Kecamatan Belida.
“Sebanyak 476 KK terdampak akibat kejadian ini, untuk kerugiian materiil tercatat sebanyak 476 rumah dan 443.25 hektare area sawah terdampak,” terangnya, Minggu (2/3).
Menurut Muhari, BPBD kabupaten Ogan Komering Ilir (BPBD OKI) berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, pemerintah kecamatan setempat dan Baznas OKI bahu membahu mendistribusikan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir. Bantuan yang telah di distribusikan meliputi selimut 100 lembar, matras 100 lembar, hygiene kit 100 box, sembako 100 paket dari BPBD OKI.
Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten OKI mendistribusikan tenda gulung 10 paket, kidware 15 paket, makanan siap saji 150 paket, selimut 29 lembar dan family kit 15 paket. Baznas OKI juga telah mendistribusikan beras sebanyak 100 kantong.
“Kondisi terkini yang dilaporkan oleh BPBD Kabupaten OKI pada tanggal 1 Maret 2025 volume air masih mencapai 100 cm. BPBD beserta petugas gabungan masih terus bersiaga dan waspada untuk membantu masyarakat terdampak,” ujar Muhari.
BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah, mengingat masih dalam musim penghujan agar tetap waspada dan bersiaga. Khususnya bagi wilayah yang rawan banjir seperti di sekitar daerah aliran sungai untuk dengan rutin melakukan pembersihan dan pengerukan sungai agar aliran air tidak tersumbat.
“Kemudian rutin memantau tinggi muka air sungai di kala waktu hujan agar bisa melakukan langkah-langkah lebih lanjut jika ada kemungkinan debit air meluap,” imbaunya.(red)



