- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Merawat Tradisi Makan Durian Bersama, Kenangan Manis Peserta HPN 2025 di Riau Turut Lestarikan Cagar Budaya
# Durian Party PWI di Rumah Singgah Tuan Kadi
PEKANBARU, SIMBUR – Ratusan peserta bersama masyarakat sekitar tumpah ruah mengikuti acara Durian Party PWI. Tradisi makan durian bersama itu digelar di halaman Rumah Singgah Tuan Kadi Pekanbaru, Sabtu (8/2).
Party Durian ini merupakan rangkaian acara Peringatan Hari Pers Nasional yang diselenggarakan di Provinsi Riau. Selain dihadiri oleh peserta, acara ini juga dihadiri oleh para tokoh Pers Nasional, ketua PWI Riau, Tokoh masyarakat setempat.
Ketua RW 01 sekaligus tokoh masyarakat Kampung Bandar Senapelan Pekanbaru, H. Syahrial idris dalam kata sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para peserta HPN yang berasal dari berbagai daerah se-Indonesia.
“Mewakili masyarakat Kampung Bandar Senapelan kami mengucapkan selamat datang kepada tuan dan puan sekalian di rumah singgah Tuan Kadi ini. Suatu kebanggaan bagi kami atas kehadiran Tuan dan puan sekalian di sini. Semoga menjadi cerita dan kenangan baik bagi Tuan puan sekalian tentang suasana dan sambutan masyarakat di sini,” ungkapnya.
Rumah Tuan Kadi adalah Bangunan yang terletak di Kampung Bandar Senapelan tepatnya dibawah jembatan Siak 3, sekitar 20 meter dari tepian Sungai Siak. Bangunan ini merupakan simbol identitas kebanggaan masyarakat Riau. Rumah ini dilindungi sebagai cagar budaya yang menjadi warisan sejarah.
Rumah ini berfungsi sebagai tempat singgah atau tempat beristirahat sejenak bagi Sultan Siak Sri Indrapura jika berkunjung ke Senapelan. Saat ini senapelan berubah menjadi Kota Pekanbaru dan rumah Singgah Tuan Kadi masih tegak berdiri hingga kini. (red/rel)



