- Gempa M 5,5 Guncang Halmahera Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami
- HPN 2027 Lampung Inklusif dan Kolaboratif, Dewan Pers Segera Kumpulkan Konstituen
- Kejati Sumsel Gelar Upacara, Ziarah, dan Tabur Bunga
- Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Warga Mengungsi Hindari Potensi Lahar
- Tim Mabes TNI Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Muba dan Muara Enim
Menjaga Jurnalisme di Era Digital, Memperkuat Demokrasi
Nurjaman Mochtar: Peran Media Mainstream sebagai Verifikator Konten
Nurjaman Mochtar, Sekretaris Dewan Pakar PWI Pusat, yang juga pernah menjabat Pemimpin Redaksi di beberapa stasiun TV seperti SCTV/Indosiar dan juga salah satu pendiri TV One, membahas peran jurnalis di era kecerdasan buatan (AI).
Menurut Nurjaman, 80 persen sumber berita konvensional kini berasal dari media sosial, dan semakin banyak instansi yang membuat konten berita sendiri melalui portal dan media sosial mereka.
Ke depan perusahaan atau instansi sumber berita akan membuat konten masing-masing serta menyimpannya di portal dan sosial media masing-masing, sebab dengan AI membuat narasi atau video berita bukan hal yang sulit lagi.
“Peran media mainstream ke depannya jangan-jangan hanya berfokus pada verifikasi konten dan pertanggungjawaban terhadap Dewan Pers,” ujar Nurjaman yang juga pernah Ketua Forum Pemred.
Tantangan ini, menurutnya, menuntut wartawan untuk lebih kritis dan adaptif terhadap perubahan teknologi.



