Banjir Rendam Jakarta, Hampir Dua Ribu Warga Mengungsi

JAKARTA, SIMBUR – Banjir kembali mengepung Jakarta saat perayaan Imlek 2576 kongzili tahun 2025 sejak Rabu (29/1). Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan enam kecamatan di Kota Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur, terendam air.

Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menerangkan, sebanyak 779 KK (1.944 jiwa) mengungsi sementara waktu. “Kecamatan terdampak tersebar di Kecamatan Cengkareng, Grogol Petamburan, Kebon Jeruk, Kembangan, Cilincing Utara, Cakung,” terangnya.

Menyikapi bahaya hidrometeorologi, lanjut Muhari, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga. “Prakiraan cuaca dini pada hari ini, Kamis (30/1), sejumlah wilayah berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang,” imbuhnya.

Pemantauan wilayah dengan peringatan dini tersebut seperti di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur. Selain itu, berlaku juga di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara.

Sementara itu, laporan dari Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, 34 RT dan 16 ruas jalan masih tergenang, terutama di wilayah Cengkareng, Kedaung Kali Angke, Kelapa Gading dan Pluit. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, pihaknya terus mengerahkan personel untuk memastikan percepatan surutnya genangan. “Kami bekerja sama dengan OPD terkait lainnya seperti Dinas SDA, Bina Marga, Gulkarmat, Lingkungan Hidup, didukung petugas PPSU masing-masing wilayah untuk melakukan penyedotan air serta memastikan aliran air tidak tersumbat,” ujar Isnawa, Rabu (29/1).

BPBD DKI Jakarta juga telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak di beberapa titik pengungsian. Bantuan tersebut mencakup air mineral, makanan siap saji, selimut, dan perlengkapan sandang. BPBD DKI Jakarta mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.

Dalam keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112 yang tersedia 24 jam. “Dengan kerja sama berbagai pihak, diharapkan seluruh genangan dapat surut dalam waktu dekat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tandasnya.(red/bbs)