- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
BPC Perhumas Palembang Apresiasi BSB dan PTBA
# Berikan Penghargaan Prasasti Patron Humas 2024
PALEMBANG, SIMBUR – Prasasti Palembang Road to WPRF 2024 sukses digelar BPC Perhumas Palembang pada Sabtu, 3 Agustus 2024 di Hotel Swarna Dwipa Palembang. Salah satu rangkaian kegiatan berupa pemberian penghargaan Anugerah Prasasti Patron Humas 2024 kepada BUMD dan BUMN yang beroperasi di Sumatera Selatan, yakni Bank SumselBabel dan PT Bukit Asam Tbk.
Bank SumselBabel mewakili BUMD, meraih Anugerah Prasasti/Penghargaan Patron Humas 2024 kategori Kampanye Event PR Terpuji. “Penghargaan diberikan atas keberhasilan Bank SumselBabel sebagai tuan rumah putaran pertama event Proliga 2024 di Palembang,” ungkap Suci Prestika, juru bicara Prasasti Palembang Road to WPRF 2024, Senin (5/8).
Sementara, PT Bukit Asam mewakili BUMN menerima Anugerah Prasasti/Penghargaan Patron Humas 2024 kategori Humas Berkelanjutan Terpuji. “Ditinjau dari keberhasilan PTBA menjalankan program Eco Agrotomation yang mendorong budidaya tanaman berbasis otomasi ramah lingkungan untuk mendukung program penghijauan dan reklamasi di wilayah perusahaan,” terangnya.
Kriteria Penilaian, jelasnya, menggunakan teori Scott M Cutlip and Allen H Center. Dalam metode ini proses manajemen public relations sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial yang dapat dilakukan melalui empat langkah. Meliputi Fact Finding (mencari fakta), planning (perencanaan), communicating (komunikasi), dan evaluating (pelaporan).
“Mencari fakta, panitia mendefinisikan permasalahan dengan menganalisis situasi berupa pemahaman, opini, sikap dan perilaku publik terhadap kegiatan, kebijakan atau produk suatu perusahaan atau lembaga,” paparnya.
Selanjutnya, merencanakan perumusan penilaian terhadap hubungan komunikator dengan komunikan. Terdiri dari Credibility (nilai kepercayaan public), Context, (hubungan isi pesan dengan kenyataan), Content (makna pesan), Clarity (kesederhanaan dan kejelasan pesan), Continuity dan Consistency, (pertentangan dalam pesan Capability (kemampuan memberi penjelasan). “Mengomunikasikan pelaksanaan program sehingga mampu memengaruhi sikap publik yang mendorong mereka untuk mendukung pelaksanaan program,” tutupnya.(rel)



