Usai Pencoblosan, 1 SSK Brimob Polda Sumsel Digeser ke Ibu Kota
PALEMBANG, SIMBUR – Apel siaga operasi mantap brata dipimpin Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo SIk, di halaman Mapolda Sumsel, Kamis (15/2/24) pagi. Pasca pencoblosan, sudah ada beberapa lembaga survei, yang menyampaikan hasil pemilihan, khususnya Presiden. Serta ada salah satu pasangan calon kemarin, telah mendeklarasikan kemenangan. Tetapi yang diakui ahasil penghitungan dari KPU.
“Situasi Kamtibmas di Sumsel masih kondusif, kemarin seluruh TPS sudah melakukan penghitungan, juga sudah ada yang digeser ke PPK maupun PPS. Nah hari ini masih berlanjut pergeseran logistik surat suara, ke PPK maupun PPS, diperkirakan nanti tanggal 20, logistik itu sampai di provinsi,” ungkap Sudrajat.
Untuk kekuatan personel yang ada di Palembang ini, kemarin Kapolda telah melakukan tactical floor game. Bersama dengan TNI dan pasukan Polda Sumsel sudah habis. “Brimob kemungkinan akan digeser ke Jakarta 1 SSK lebih, jadi kekuatan kita tinggal ini tinggal staf. Saya juga yakin percaya, bahwa rekan – rekan ada kegiatan lain, di luar tugas, seperti yang saat ini,” cetusnya.
Akan tetapi, kalo nanti situasinya kontijensi kita tidak ada lagi, kecuali semua ini yang ada di Polda Sumsel kurang lebih 600 sampai 700 orang. “Sebab kekuatan TNI hanya 2 SST 2 SSK AD ditambah 1 SST, AL hanya 2 SST, AU hanya 2 SST. Kami masih ada kurang lebih 1 batalyon ini, 1 detasemen kalau jumlahnya 600 sampai 700 orang, kecuali intel, serse bagian penegakan hukum harus siap tentunya untuk mensupport operasi mantap brata ini,” harapnya.
Karo SDM melanjutkan, apabila misalnya pada saat penghitungan di provinsi terjadi kerusuhan, pembakaran dan sebagainya, personil pasti akan diploting, minimal diploting di lokasi – lokasi yang dianggap vital, Pusri atau PLN dan sebagainya.
“Jadi besok dan selanjutnya, apelnya seperti ini formasi seperti ini, para ketua dan kompi tolong dihafalkan anggotanya. Tolong betul dihafalkan anggotanya, sehingga nanti pada saat pergeseran pasukan. Sudah punya kekuatan seperti ini,” pintanya.
Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo melanjutkan peninjauan dilokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Dalam rangka melihat langsung kesiap siagaan personel dan sarpras.
Tercatat sebanyak 25.985 TPS yang tersebar diseluruh wilayah, jajaran Polda Sumsel menerjunkan 7.730 personel dari polres jajaran, kemudian ditambah 1.013 personel BKO Polda. Termasuk BKO Brimob yang berjumlah 640 personel, serta BKO dari TNI 510 personel.
“Secara tegas, saya menekankan pentingnya netralitas dan profesionalisme. Bahwa integritas adalah pondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Jaga netralitas,” tukas Kapolda Sumsel. (nrd)



