- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Gubernur Sumsel: Kasihan Timnas Indonesia
PALEMBANG, SIMBUR – Setelah Indonesia batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA tentu hal ini menimbulkan kekecewaan yang luar biasa bagi pecinta sepakbola. Tak terkecuali masyarakat Sumsel. Sebagai tanda belasungkawa atas dibatalkannya Indonesia sebagai tuan rumah Piala U20 tersebut Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam aktivitasnya pada, Kamis (30/3) kenakan jaket hitam lambang Piala Dunia U20.
“Piala dunia diremove semalam, jadi aku pake baju item ini, piala dunia ini. Berduka, kasihan dengan timnas Indonesia telah berlatih bertahun-tahun,” tegasnya.
Menurut Herman Deru sebagai tuan rumah telah banyak persiapan yang dilakukan dalam penerimaan tamu mulai dari.pengelolan hotel, rumah makan hingga pariwisata gegap kempita turut menyambut para kontingen pesepak bola dunia yang akan datang ke Kota Palembang.
“Terus sudah sekian banyak APBD/APBN yang dikeluarkan tuk menyambut para tamu-tamu dunia. Kami berharap ada geliat ekonomi yang dasyat akibat itu. Tapi harus dibatalkan dan menerima konsekuensi itu,” tambahnya.
Herman Deru menilai infrastruktur yang diperuntukan bagi perhelan dunia tersebut sudah dipersipakan 100 persen sangat layak tetapi dia menilai FIFA memiliki standardisasi tersendiri terhadap kesiapan tuan rumah. Pada akhirnya Indonesia harus menerima konsekuensi.
“FIFA punya standardisasi sendiri terhadap perilaku tuan rumah. Nah saya ingatkan pada warga Sumsel. Alhamdulillah bukan salah satu yang bermasalah. Kami ingatkan kesiapan infrastruktur diperlukan tapi kesiapan menjadi tuan rumah yang baik, itu juga wajib,” imbuhnya.
Herman Deru berharap bahwa nasib persepakbolaan Indonesia ke depannya tetap jaya. “Mudah-mudahan nasib persepakbolaan di Indonesia akan tetap jaya di bawah semangat PSSI dan masyarakat,” harapnya.(kbs/rel)



