Kebakaran Depo Minyak, 17 Korban Tewas dan 1.085 Warga Mengungsi

JAKARTA, SIMBUR – Sebanyak 17 orang tewas akibat kebakaran depo Pertamina Plumpang pada Jumat (3/3), pukul 20.11 WIB. Sementara, 49 warga mengalami luka berat dan 2 orang luka sedang.

“Hingga kini, BPBD setempat mencatat korban meninggal dunia 17 jiwa, luka berat 49 dan luka sedang 2,” ungkap Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (4/3).

Selanjutnya, kata Muhari, 1.085 warga telah mengungsi. Petugas masih mencari 18 orang. Di antara 24 warga yang dinyatakan hilang, 6 orang telah berhasil ditemukan. “Petugas masih mencari 18 orang yang masih dalam pencarian. Sebelumnya sebanyak 24 warga dinyatakan hilang, namun kemudian 6 orang sudah ditemukan dengan keluarganya,” paparnya.

Muhari menambahkan, warga yang mengalami luka berat dan sedang telah mendapatkan perawatan medis, seperti di Rumah Sakit (RS) Pelabuhan, RS Mulya Sari, RS Firdaus, RS Pekerja, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugu Koja dan RSUD Koja.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 1.085 warga mengungsi di beberapa tempat, yaitu RPTRA Rasella 356 warga, gedung Golkar Walang 258, kantor PMI Jakarta Utara 132, kantor Lurah Rawa Badak Selatan 79, kantor Subdinakertrans dan Energi Jakarta Utara 74, masjid Al-Kuromas 63, masjid As Sholihin 63 dan masjid Al-Muhajirin 60.

Petugas gabungan yang dikoordinasikan oleh BPBD telah memberikan pelayanan kepada warga yang mengungsi. BPBD DKI Jakarta menyalurkan bantuan pangan dan non-pangan.

Bantuan pangan antara lain air mineral dan makanan siap saji. Sedangkan bantuan non-pangan berupa matras, selimut, paket balita, paket keluarga, sarung, mukena, terpal, paket sandang, kidsware dan family kits.

BPBD mencatat kebutuhan mendesak untuk para penyintas antara lain matras, tenda keluarga, selimut, tikar, makanan siap saji, obat-obatan dan air bersih.

Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah mengunjungi para korban di RSUD Koja Jakarta Utara. Sejumlah fasilitas medis lainnya juga telah disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada mereka yang terdampak bencana kebakaran depo Pertamina ini.

Di samping itu, petugas masih mencari 18 orang yang masih dalam pencarian. Sebelumnya sebanyak 24 warga dinyatakan hilang, namun kemudian 6 orang sudah ditemukan dengan keluarganya.

Kobaran api yang terjadi pada Jumat (3/3), pukul 20.11 WIB, berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan. Personel gabungan yang terlibat untuk pemadaman, pencarian dan pertolongan yaitu Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI, Polri, Tagana, Basarnas, BPBD, Palang Merah Indonesia, Baznas, BSG, Perusahan Listrik Negara dan relawan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran depo Pertamina Plumpang yang berada di wilayah Kecamatan Koja, Jakarta Utara.(red/rel)