- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Banjir Rusak Satu Jembatan di Penajam Paser Utara
JAKARTA, SIMBUR – BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat satu jembatan rusak akibat banjir. Kerusakan yang dipicu peristiwa banjir tersebut terjadi di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Kamis lalu (7/10).
Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan dua desa terdampak di kecamatan itu. Di antaranya Desa Sumber Sari dan Gunung Mulia. Saat banjir terjadi ketinggian muka air antara 20 hingga 40 cm.
Pantauan BPBD pada hari ini, Sabtu (9/10), menyebutkan tinggi muka air cenderung terus meningkat. Prakiraan cuaca dua hari ke depan menginformasikan wilayah Kecamatan Babulu masih berpotensi hujan ringan.
“Merespons hal tersebut, lanjut dia, BPBD setempat mengimbau masyarakat dan perangkat daerah di kedua desa terdampak. Tetap berhati-hati serta bersiaga dengan perlengkapan maupun peralatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan evakuasi,” jelas Muhari melalui keterangan resmi yang diterima redaksi, Minggu (10/10).
Banjir di wilayah itu dipicu luapan dan kiriman air dari Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser. Tinggi muka air teramati di wilayah perbatasan antara Desa Sumber Sari dan Desa Sebakung yang berada di Kabupaten Paser. Genangan sempat melebar ke wilayah Desa Gunung Mulia yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kajian inaRISK menunjukkan Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki potensi bahaya banjir dengan tingkat sedang sampai tinggi yang berdampak pada empat kecamatan. Keempat kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Babulu, Waru, Penajam dan Sepaku.
BNPB mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ancaman potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG dan kajian risiko bencana melalui inaRISK. “Di samping, imbauan perangkat daerah setempat terkait kondisi wilayah dan upaya penanganan pra dan saat bencana yang akan dilakukan,” tutupnya. (red)



