- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tingkatkan Penghasilan dan Keterampilan Usaha
BANYUASIN, SIMBUR – Budidaya ikan lele dengan sistem Bioflok merupakan terobosan baru dan program inovasi yang pertama kali ada di Desa Marga Sugihan Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
Dengan adanya budidaya ikan lele sistem Bioflok tentunya sangat membantu perekonomian, penghasilah dan keterampilan masyarakat desa tersebut khususnya anggota kelompok, yang dapat membantu usaha di MTs Daarul Abroor 2 yakni Pondok Pesantren Daarul abroor. Disamping menjadi keterampilan dan pembelajaran wirausaha bagi para santriwan dan santriwati.
Sobirin Ketua Pokdakan MTs Daarul Abroor 2 mengatakan, Budidaya ikan lele sudah dirintis mulai Tahun 2018, masih memakai sistem tradisional atau kolam tanah, karena keterbatasan pengetahuan dan sarana yang dimiliki.
“Alhamdulillah tahun 2020 kami mendapat bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Jambi berupa budidaya ikan lele sistem bioflok, bantuan yang kami terima 10 kolam, 30 ribu bibit ikan, pakan dan perlengkapan lainnya.” Ujar Sobirin.
Ditambahkan Sobirin, Budidaya Ikan Lele di Desa Marga Sugihan ini bisa terus berjalan dengan baik, sehingga dapat menyebar ke lapisan masyarakat yang nantinya dapat memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan MTs Daarul Abroor 2, Pondok Pesantren Daarul Abroor.
“Kami mohon kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dinas Perikanan Kabupaten dan Provinsi, semoga di tahun dapat mengalokasikan bantuan usaha kami ini berupa bibit ikan dan mesin pembuatan pakan ikan, agar dapat mengurangi biaya pembelian pakan, dan meningkatkan penghasilan,” harapnya.
Sementara, Nurrosyid Kepala Desa Marga Sugihan Jalur 18 mengatakan, dengan adanya inovasi ikan lele bisa membantu terutama untuk kebutuhan para santri diponpes Daarul Abroor2 dan selebihnya bisa untuk dijual ke masyarakat sekitar terutama Desa Marga Sugihan dan Desa Sido Rejo Kecamatan Muara Padang.
“Ke depan budidaya ikan lele di pesantren ini bisa menjadi contoh bagi masyarat khususnya Desa Marga Sugihan. Dengan tujuan, mendidik masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan sebagai peternak lele bioflok. Untuk bibitnya dibantu beserta obat-obatan dan pakan untuk beberapa kali panen. Setelah itu dengan hasil dari ikan lele itu kami pergunakan beli lagi,” tutupnya.(red/rel)



