Promosikan secara Gratis, Dukung Kegiatan UMKM

PALEMBANG, SIMBUR  – Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (SMSI Sumsel) berkomitmen mendukung kegiatan UMKM khususnya yang ada di Kota Palembang. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Forum Silahturahmi Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS) melakukan audiensi bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bank Mandiri Palembang, Lourentius Aris Budiyanto.

Ketua SMSI Sumsel, Jon Heri mengatakan, SMSI Pusat dengan didukung Menteri Sandiaga Uno ini mengusung Program Kampung Ekonomi Kreatif Digital yang disebar di seluruh Indonesia. Khusus Sumsel disebutkan Jon sudah berlangsung di OKU Timur dengan mengandeng beberapa pelaku UMKM memasarkan produk mereka melalui jejaring anggota SMSI di seluruh kabupaten/kota di Sumsel.

“Kami sudah laksanakan di Kabupaten OKU Timur dengan Program Kampung Digital Enkraf. Kami berharap dengan adanya Program 100 Gerobak UMKM Terdampak Covid ini, SMSI Sumsel dan didukung seluruh anggota SMSI se-Indonesia dapat ikut mempromosikan secara gratis sehingga upaya mendukung kegiatan UMKM di Sumsel umumnya dan di Palembang khususnya dapat tersentuh,” kata Jon, Selasa (11/5).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bank Mandiri Palembang, Lourentius Aris Budiyanto menyatakan mendukung penuh Program 100 Gerobak UMKM Terdampak Covid-19. Program tersebut diusung SMSI Sumsel dan Forum Silahturahmi Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS).

Laurentius mengatakan, pihaknya sebagai perusahaan perbankan milik pemerintah sangat konsen terhadap kegiatan yang berhubungan dengan perekonomian terutama skala UMKM. Diakuinya, pandemi Covid 19 yang sampai saat ini masih melanda sangat berpengaruh terhadap roda perekonomian terutama bagi pelaku usaha skala UMKM.

“Kami sangat peduli terhadap keberadaan UMKM apalagi di masa pandemi seperti ini. Kegiatan Program 100 Gerobak UMKM terdampak Covid yang akan diusung ini insya Allah akan kami support,” kata Laurentius saat menerima audiensi di Kantor Pusat Kanwil Bank Mandiri Jalan Kapten A Rivai Palembang.

Ketua FSPSS, Ir Deliar Marzukie MM menjelaskan Program 100 Gerobak UMKM terdampak Covid-19 ini sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu dengan sudah terealisasi beberapa gerobak. “Kami libatkan 200 tenaga kerja karena per gerobak akan dikelola 2 tenaga kerja yang siap pakai. Kita sudah melakukan pelatihan terhadap mereka yang akan mengelola gerobak. Fokus pada penjualan goreng-gorengan seperti pisang goreng kipas dan beberapa jenis penganan kecil lainnya. Pokoknya per gerobak nantinya siap dorong saja. Mulai dari fasilitas gerobak yang prima sampai kepada stok bahan baku seperti pisang, minyak goreng, tepung terigu dan berbagai keperluan lainnya termasuk nantinya lokasi titik gerobak ditempatkan,” kata Deliar. (rel)