- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Sinergi Sumsel Tetap Aman, Ada 30 Pos Penyekatan
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumsel H Herman Deru menyampaikan, peningkatan aktivitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Oleh karena itu, Polri menyelenggarakan Operasi Ketupat Musi-2021.
“Saya meminta TNI/Polri dan Forkopinda saling bersinergi untuk menjaga Sumatera Selatan tetap baik. Untuk aparat yang bertugas, saya minta selalu mengedepan protokol kesehatan Covid-19,” ujar Gubenur saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi 2021, di Lapangan Olahraga Pakri (Stadion Wira Bhakti) Jl Jenderal Bambang Utoyo, Palembang, Rabu (5/5).
Kegiatan inti merupakan bentuk sinergitas Polri dengan Forkompinda Sumsel dalam memberikan rasa aman pada perayaan Idulfitri 2021. Apel ini merupakan upaya deteksi dini dengan dinamika dan fenomena yang berkembang. Sebagai langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah aksi melaksanakan pengamanan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas yang memanfaatkan momentum hari raya Idulfitri 1442 H tahun 2021. “Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi 2021 merupakan upaya menciptakan rasa aman dan nyaman dalam masa pandemi Covid-19,” ujarnya.
Gubernur menginstruksikan setelah apel digelar, petugas akan langsung bergerak untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat. “Kami harapkan operasi ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan keamanan di Sumsel. Situasi keamanan yang kondusif sangat mutlak diperlukan untuk meredam gejala-gejala yang terjadi di masyarakat dengan cara menyusun langkah-langkah antisipatif. Berdayakan juga komunitas yang ada seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat untuk turut mengantisipasi gangguan keamanan tersebut,” ucap Herman Deru.
Dia menegaskan, dirinya bersama dengan jajaran Forkopimda akan memantau langsung pelaksanaan operasi tersebut guna memastikan keamanan di Sumsel. “Saya bersama-sama Forkopimda akan meninjau langsung pelaksanaannya. Kami ingin menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat Idulfitri ini,” tuturnya.
Dia juga meminta agar dalam pelaksanaan operasi Ketupat Musi tersebut, petugas mengedepankan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Termasuk edukasi terkait protokol kesehatan. “Untuk pengawasan masyarakat yang ke luar kota juga harus dilakukan dengan cermat agar tidak terjadi kesalahpahaman. Petugas harus bisa membedakan mana perjalanan mudik dan non mudik,” terangnya.
Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menjelaskan, dalam operasi Ketupat Musi tersebut, petugas gabungan juga akan melakukan larangan mudik bagi masyarakat dengan melakukan penyekatan. Penyekatan tersebut tidak hanya dilakukan di sejumlah perbatasan antar kabupaten dan kota di Sumsel, namun juga perbatasan antar provinsi.
“Larangan mudik tersebut kita berlakukan mulai tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Ada 30 pos penyekatan di Sumsel ini termasuk di perbatasan provinsi. Pos perbatasan itu akan diisi petugas dari Sumsel dan provinsi tetangga. Jadi kami akan berkolaborasi mengawasi kegiatan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, petugas yang ada di pos penyekatan akan memeriksa aktivitas keluar masuknya masyarakat sebagai upaya larangan mudik yang telah diinstruksikan pemerintah pusat. “Upaya penyekatan tersebut akan dilakukan secara fleksibel. Artinya, jika Memang ada warga yang bekerja di luar daerah atau sebaliknya, kita berikan tanda khusus untuk masyarakat tersebut agar bisa kembali lagi ke daerah asalnya. Ini agar ekonomi masyarakat tidak terhenti,” bebernya.
Namun jika nantinya ada masyarakat yang nekat mudik, tentu akan diberikan sanksi dengan cara diharuskan putar balik. “Selain itu, sanksinya para petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pemudik tersebut dengan cara rapid antigen di tempat. Seluruh pos pantau di Sumsel ini telah dilengkapi alat rapid tes antigen,” pungkasnya.
Turut hadir Mayjen TNI Agus Suhardi Pangdam II/Swj, Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIP SSos , Kapolda Sumsel Irjen Pol DR. Eko Indra Heri S, Kabinda Sumsel Brigjen TNI Rudy Prasemilsa, MAHKS, Mhan. Selain itu, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H, Wa Asops kasdam II/Swj Letkol inf Aan setiawan, dan Danpomdam II/Swj Letkol Cpm Bayu Ajiwidodo, SH, M.Hum.
Selanjutnya, Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Filda Malari, CTMP, Danlanud SMH Palembang Kolonel Pnb Firman Wirayuda ST M.Socsc, Hakim Tinggi Tipikor Pengadilan Tinggi Sumsel Bambang Guritno SH MH, Kejati Sumsel diwakili R. Syamsul Arifin, S.H, M.H. Asisten Bidang Intelijen. Hadir pula para pejabat utama Polda Sumsel Irwasda, Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Reskrim, Karo SDM, Karo Log, Dir Sabara dan Kasat Brimob, Kepala Pelaksana BPBD Prov. Sumsel H. Iriansyah, S.Sos, SKM, M.Kes, Kepala Cabang Jasa Raharja Sumsel Hervanka Tri Dianto SE, dan Ka Basarnas Sumsel Hery Marantika SH MSi.(red/rel)



