- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Posko Kelurahan Ujung Tombak Tekan Pandemi
PALEMBANG, SIMBUR – Data Dinas Kesehatan Palembang menunjukan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Palembang masih berada di Zona Merah. Sebelumnya ada di 54 Kelurahan, kini berkembang lagi menjadi 62 Kelurahan.
Sementara Kecamatan Plaju dan Kecamatan Ilir Barat I, masih mendominasi kawasan zona yang beresiko tinggi. Menanggapi kondisi berkembangnya zona merah di Kelurahan, Drs. Ratu Dewa langsung bertindak melakulan pemantauan ke posko yang ada di tingkat Kelurahan. Yakni di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, pada Selasa (20/4/21).
Pada Rabu (21/4/21) juga kembali memantau posko Kelurahan Bukit Lama dan Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat 1. Mengingat Kota Palembang saat ini, masih menjalankan Pemberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.
“Hanya saja memang perlu dilakukan penertiban melalui razia, agar kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan dimana pun berada. Kemudian melakukan Upaya 3T atau tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19 (treatment),” jelas Sekda Kota Palembang.
Posko yang ada ditingkat kelurahan menjadi ujung tombak, untuk bisa mengoptimalkan penekanan angka kasus Covid-19 di Kota Palembang. “Tim terpadu dari Satpol PP, TNI/Polri, Dinkes hingga tokoh masyarakat tergabung untuk memberikan edukasi lebih masif pada masyarakat terkait protokol kesehatan,” cetusnya.
”Saya meminta disetiap Kecamatan dan Kelurahan posko PPKM harus mulai optimalkan. Lalu koordinasi intensif lagi lagi. Kita minta bantuan dari bapak-bapak Banbinsa, Babinkhantimnas dan juga Camat untuk lebih pro aktif lagi,” tukas Ratu Dewa. (red/rel)



