- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
- Kodam II/Sriwijaya Tancap Gas, Palembang Pimpin Progres Koperasi Desa Merah Putih
- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
Kirim Psikolog, Dampingi Korban Penganiayaan
PALEMBANG, SIMBUR – Selain memberikan atensi untuk mengawal perkara penganiayaan dialami Christina Ramauli Simatupang (28). Perawat di RS Siloam Sriwijaya, korban penganiayaan keluarga pasien Jason (38). Herman Deru juga juga mengirimkan psikolog untuk memberikan pendampingan yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Pendampingan psikolog bagi korban penganiayaan itu ditegaskan Henny Yulianti Plt Dinas Perberdayaan Perlindungan Perempuan dan anak atau PPPA Provinsi Sumsel. “Betul Pemprov Sumsel melalui Dinas PPPA bergerak cepat, untuk merespon kejadian, kemudian mengirimkan psikolog untuk melakukan pemeriksaan,” ungkapnya Sabtu (17/4/21).
Henny menyebutkan pendampingan ini ditindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan lanjutan, yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Namun hasil pemeriksaan ini sifatnya rahasia, dan dikoordinasikan dengan Polri.
“Tujuan pendampingan ini, memastikan psikologis korban penganiaan ini pulih dan membaik pasca keributan itu,” cetusnya.
Deru sendiri menegaskan, berkomitmen mengawal kasus penganiayaan ini hingga tuntas. “Saya berharap kasus serupa tidak terulang lagi. Tenaga medis juga manusai kala bekerja, jika terjadi hal-hal tidak berkenan dalam pelayanan, keluarga pasien minimal bertanya atau konfirmasi dulu supaya jelas,” timbangya. (red/rel)



