- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Bantu Keluarga Korban Ledakan Tabung Oksigen
SEKAYU, SIMBUR – Thia Yufada Dodi Reza selaku Ketua TP PKK Muba, menyambangi rumah duka korban ledakan tabung oksigen di RSUD Sekayu, yakni almarhum Oktriandika. Korban Oktriandika meninggal dunia Jumat (16/4/21) malam sekitar pukul 00.40 WIB, di RSUD Sekayu, Muba.
Thia juga menyuntikan semangat, serta kekuatan dan kesabaran kepada Herwanda (33), istri dari almarhum Oktriandika. Almhum sendiri meninggalkan dua orang anak. Bantuan juga diberikan kepada Herwanda dan kebutuhan sekolah bagi anak-anak almarhum.
“Saya hadir disini untuk memberikan semangat kepada Herwanda, kita doakan almarhum husnul khatimah. Kemudian istri dan anak-anaknya diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” kata Thia.
Menurut istri Bupati Muba, sososk Herwanda merupakan istri yang tabah lagi kuat. Meski usianya relatif muda tetapi pribadinya tangguh. Herwanda sendiri mengucapkan terima kasih atas bantuan, perhatian dan support yang diberikan Ketua TP PKK Muba Thia Yufada.
“Terima kasih kepada ibu Thia yang telah menyempatkan waktu untuk hadir ke kediaman kami dan memberikan semangat untuk keluarga saya,” ujar Herwanda.
dr Kuncoro SpB selaku dokter bedah yang menangani Oktriandika mengatakan Oktriandika menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (16/4/2021) malam sekitar pukul 00.40 WIB di RSUD Sekayu.
“Almarhum sempat dirawatan intensif di RSUD Sekayu selama seminggu. Kemudian dilakukan tindakan source control, berupa amputasi femur sinistra dan resusitasi cairan serta darah. Akibat kegagalan banyak organ utama, seperti paru paru ginjal dan jantung serta sepsis atua infeksi sistemik, akhirnya meninggal dunia,” tukas dr Kuncoro. (red/rel)



