- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Peringati Isra Mikraj di Masjid Assaadah
PALEMBANG, SIMBUR – Ditengah kesibukan tugas dan pandemi Covid-19, tetapi Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra MM didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan SIk MH bersama PJU, personel Polri dan PNS, masih meluangkan waktu, memperingatan Isra Miraj tahun 1442 Hijriah di Masjid Assaadah Polda Sumsel Rabu (24/3/21).
Peringatakan kali ini bertemakan “Dengan Hikmah Isra Miraj Nabi Besar Muhammad Saw, Kita Tingkatkan Disiplin Beribadah dan Bekerja, guna Mewujudkan Polri yang Presisi”.
Ustad H Arwandi SSos, dalam ceramahnya menceritakan, hikmah Isra Miraj, perjalanan Rasul ke langit, bisa diresapi dari perintah Allah Swt yang diturunkan ke Nabi Muhammad Saw dalam sehari semalam. Nabi Muhammad Saw menjalani dua peristiwa Isra dan Miraj dalam waktu bersamaan yakni satu malam.
Isra dan Miraj, merupakan dua peristiwa yang berbeda. Namun berlangsung dalam waktu yang sama. Peristiwa ini memiliki banyak hikmah, Isra Miraj perjalanan Rasul ke langit yang bisa untuk menentukan beberapa waktu terbaik. Isra diceritakan sebagai kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem.
Sementara Miraj, berarti kisah perjalanan Rasul dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian). Peristiwa ini terjadi sebagai bentuk Rasul menerima perintah Allah SWT menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.
Adapun peristiwa Miraj terjadi malam hari seperti dijelaskan Al-Isra ayat pertama. Dari penjelasan tersebut, banyak yang bertanya tentang alasan Allah menjadikan malam sebagai waktu terjadinya kejadian pemberian perintah.
“Maha Suci Allah yang telah menjalankan hamba-Nya, pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sungguh Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Alasan perintah Allah turun pada malam hari dirangkum waktu wajib salat dan Khalwah. Pertama waktu wajib salat, salah menjadi sesuatu yang wajib terlebih peristiwa diperintahkannya salat di malam hari. Berdasarkan ayat dalam surat Al-Muzammil ayat 2 juga menyebutkan tentang dirikan salat di malam hari. “Dirikanlah sholat di malam hari, kecuali sedikit.” Al-Muzammil ayat 2.
Kedua waktu untuk khalwah, Khalwah ialah menyepi dan pengukusan. Khalwah dijelaskan dalam ayat di bawah ini. Ibnu Munir berpendapat bahwa peristiwa Isra terjadi di malam hari, karena malam merupakan waktu yang tepat untuk menyepi serta biasanya sebagai waktu yang tepat untuk mengkhususkan amalan.
Ketiga ujian percaya hal ghaib, hikmah Isra Miraj perjalan Rasul ke langit pada malam hari lainnya yakni sebagai bentuk ujian para muslim untuk percaya hal ghaib. Maksudnya, hal ghaib yang susah dicerna dengan akal sehat harus dipercayai. Hal ini sebagai penanda ujian bagi orang kafir yang diuji apakah tetap ingkar atau tetap beriman.
Keempat, waktu sebagai bentuk penjelasan, kisah Nabi Ibrahim yang awalnya menganggap bintang adalah Tuhan. Dijelaskan dalam surat Al-An’am ayat 76 bahwa bintang bukan Tuhan karena bisa menghilang. “Ketika malam telah gelap, ia melihat sebuah bintang (lalu) ia berkata: Inilah Tuhanku, tetapi tatkala bintang itu tenggelam ia berkata: Saya tidak suka kepada yang tenggelam”.
Kelima, waktu dikabulkan doa, waktu dikabulkannya doa Nabi Yaqub AS. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Yusuf ayat 98 tentang permohonan ampunan. “Dia (Yakub) berkata, “Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Keenam, waktu berkumpul, alasannya malam hari memang waktu yang dinilai Allah Swt, tepat untuk memberangkatkan Rasul ke langit dengan orang-orang yang dicintai Rasul sedang berkumpul satu sama lain. Selain itu Allah Swt menciptakan manusia sebagai penghuni surga dengan 4 kriteria.
Yakni wajhun malih (wajah berseri seri), waqolbun takki (hati yang bertaqwa), wayadun sholih (tangan yang suka memberi), walisanun fasih (lisan yang selalu berucap mengajak kebaikan) diantara banyak hikmah Isra Miraj, beber Ustad H Arwandi. (red/rel).



