Jawab Kebutuhan Transportasi Modern, Tonjolkan Kuliner dan Kearifan Lokal

INDRALAYA, SIMBUR –  Pembangunan Jalan Tol Indraprabu sepanjang 64,8 kilometer terus dikebut, rencananya bakal beroperasi bulan Mei 2022 nanti. Gubernur Sumsel H Hermen Deru pun, meninjau langsung pembangunan Tol Indraprabu, kemarin (17/3/21). Diketahui pembangunan tol ini telah dimulai bulan Juli 2020 lalu.

Tol Indraprabu ini, merupakan salah satu rangkaian jalan tol, dari Palembang menuju Bengkulu. Dengan total panjangnya mencapai 329 kilometer. Sementara ruas Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,8 kilometer. Deru pun kemarin menyaksikan langsuang progress pembangunan tol di tua titik, pertama di KM 5 dan KM 8 Indraprabu.

“Tol Indraprabu merupakan jawaban atas impian dan keinginan masyarakat sejak bertahun-tahun lalu.  Jalan tol ini cara terbaik, menjawab kebutuhan sarana transportasi yang semakin modern,” cetusnya.

Deru berpesan agar, untuk teknis pembangunan sarana-prasarana Tol Indraprabu memiliki ciri khas kearifan lokal. Mulai dari ornamen pada fasilitas penunjang tol harus menunjukkan identitas budaya Sumsel.

“Dari mulai ornamen dan rest area, harus berbau kearifan lokal. Ornamen tanjak pada jembatan, pintu tol, rest area, ini harus ditonjolkan,” pinta Deru.

Termasuk bidang perekonomian, kearifan lokal juga perlu terjaga. “Terkhusus di rest area mulai dari ornamen hingga apa yang dijual, termasuk kerajinan songket Ogan Ilir. Kuliner dan lain sebagainya.  Semoga sesuai jadwalnya, jalan tol ini selesai Mei 2022, sudah beroperasi. Kita harapkan berjalan dengan lancar,” Harapnya.

Hasan Turcahyo selaku Project Director PT Hutama Karya, membeberkan sejak dimulai pembangunan jalan tol bulan Juli 2020, Tol Indraprabu merupakan salah satu rangkaian jalan tol dari Palembang menuju Bengkulu yang total panjangnya jika mencapai 329 kilometer. Sementara ruas Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,8 kilometer.

“Tol Indraprabu terbagi menjadi 6 zona dan setiap zona memiliki panjang trase berbeda.  Adapun zona I sepanjang 10,5 kilometer, zona II sepanjang 12,8 kilometer, zona III sepanjang 11,7 kilometer, zona IV sepanjang 12,5 kilometer, zona V sepanjang 11,7 kilometer dan zona VI sepanjang 9,7 kilometer,” jelasnya.

Panjang trase tol Indraprabu dengan rincian enam zona ini mencakup main road (jalan utama) dan dua interchange (simpang susun), yakni di Indralaya dan Prabumulih

“Trase tol Indraprabu melewati delapan kecamatan di dua daerah kabupaten dan satu daerah kota.  Pada Maret saat ini, progres pembangunan tol Indraprabu mencapai 30,4 persen.

“Progres 30,4 persen ini pertanggal 15 Maret lalu. Pembangunan tol yang menelan biaya konstruksi Rp 6,7 triliun itu ditargetkan rampung pada triwulan kedua atau pertengahan tahun 2022,” tukas Project Direktor PT Hutama Karya ini. (red/rel)